
Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, menanggapi kritik bahwa Kylian Mbappe harus bekerja lebih keras tanpa bola. Ia secara tegas menyatakan tidak akan meminta Mbappe untuk berlari hingga 11 kilometer setiap pertandingan.
Dalam sebuah diskusi jurnalistik di Laval, Deschamps hadir bersama asisten pelatih Guy Stéphan. Ketika ditanya apakah Mbappe satu-satunya pemain Prancis yang kurang berlari tanpa bola, Deschamps menjawab dengan nada ringan, “Kalau itu berarti saya harus meminta dia berlari minimal 11 km per game, jangan harap dia melakukannya.”
Stéphan menambahkan bahwa meskipun Mbappe tidak berlari terus-menerus, striker Real Madrid itu justru melakukan banyak lari dengan intensitas tinggi. Hal ini menunjukkan peran penting Mbappe di lapangan tidak hanya soal jarak tempuh tapi efektivitas gerakannya.
Deschamps menekankan bahwa Mbappe adalah idola banyak pemain muda dan sering disalahartikan sebagai sosok yang egois. Namun pelatih Prancis itu membantah anggapan tersebut. Menurutnya, sebagai striker memang perlu ada unsur ego, tapi Mbappe juga bersikap layaknya seorang kapten di dalam timnas.
Mbappe memang sering mendapat sorotan terkait gaya bermainnya yang tidak selalu mengutamakan kerja keras fisik sepanjang pertandingan. Namun, Deschamps memastikan pendekatan taktikal dan karakter pemain ini sejalan dengan kebutuhan timnas Prancis saat ini.
Asisten Deschamps, Guy Stéphan, juga menegaskan bahwa kontribusi Mbappe dinilai dari lari dengan intensitas tinggi yang krusial dalam menciptakan peluang. Jadi, walau jaraknya tidak sepanjang gelandang atau bek, kualitas lari Mbappe tetap sangat signifikan.
Pendapat Deschamps ini menggambarkan sudut pandang pelatih yang mengutamakan efisiensi dan kemampuan individu di atas data jarak lari semata. Dalam konteks membangun skuad maksimal, Mbappe tetap menjadi aset penting karena kemampuannya mencetak gol dan memimpin lini depan.





