
Thomas Partey, mantan gelandang Arsenal, menghadapi dua dakwaan tambahan terkait kasus pemerkosaan. Sebelumnya, ia telah dituntut atas lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan tiga wanita.
Sidang awal untuk tuduhan tersebut akan berlangsung pada bulan November. Namun, pihak Crown Prosecution Service (CPS) mengumumkan bahwa dakwaan baru ini berasal dari laporan terpisah atas kejadian yang terjadi pada tahun 2020.
Investigasi tambahan dilakukan oleh Kepolisian Metropolitan dan pertama kali dilaporkan pada bulan Agustus lalu. Tuduhan sebelumnya, yang sudah dilawan oleh Partey di pengadilan, terkait kejadian pada 2021 dan 2022 saat ia masih aktif bermain untuk Arsenal.
Thomas Partey meninggalkan Arsenal pada bulan Juni setelah kontraknya habis dan kini memperkuat Villarreal di Spanyol. Kondisi jaminan penahanan Partey tidak melarangnya untuk bermain, namun ia diwajibkan memberi tahu polisi 24 jam sebelum melakukan perjalanan internasional.
Selain itu, Partey juga dilarang menghubungi para pelapor dalam kasus ini. Juru bicara CPS menegaskan, “Terdakwa sudah menghadapi lima dakwaan pemerkosaan dan satu pelecehan seksual atas tuduhan tiga wanita yang terjadi antara 2021 dan 2022.”
Dakwaan terbaru ini melibatkan satu wanita tambahan dan merupakan hasil investigasi baru oleh Kepolisian Metropolitan. Partey akan menjalani persidangan pertama untuk dakwaan baru ini di Westminster Magistrates’ Court pada tanggal 13 Maret.
Kasus ini menambah rentetan permasalahan hukum yang dihadapi mantan pemain Arsenal tersebut. Pihak berwenang terus menyelidiki dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.





