
Santiago Cañizares, mantan penjaga gawang Real Madrid, mengungkapkan bahwa waktu mulai menyusun tantangan bagi Florentino Pérez, presiden klub tersebut. Pendapat ini disampaikan Cañizares setelah Real Madrid resmi mengakhiri upaya pembentukan Super League yang kontroversial.
Melalui Radio Marca, Cañizares menyoroti keputusan Florentino dalam beberapa tahun terakhir yang dinilai tidak mencerminkan versi terbaik dirinya. “Florentino Pérez dibangun dari reputasi manajemen yang sangat baik dan kami pernah mengaguminya berkali-kali,” ujarnya.
Namun, dia menilai bahwa gaya kepemimpinan Florentino kini mulai mengalami kemunduran. “Saat ini, gaya pengelolaan Florentino kurang memuaskan dibandingkan masa awalnya yang penuh dengan gagasan besar,” kata Cañizares.
Lebih lanjut, Cañizares mengkritik berbagai kegagalan yang terjadi di masa kepemimpinan Florentino. “Gagal membangun stadion dengan biaya yang direncanakan, rencana konser yang tidak terlaksana, dan tim yang kini kehilangan dominasinya di Eropa menjadi bukti kurang efektifnya manajemen saat ini,” ujarnya.
Mantan pemain Real Madrid itu mengapresiasi langkah klub yang berusaha bersikap lebih moderat pasca pembatalan Super League. “Ini adalah langkah positif bagi penggemar Real Madrid, sebagai tanda reaksi yang lebih bijak dan mencari yang terbaik untuk klub,” kata Cañizares.
Dia menilai keputusan tersebut sebagai sebuah sikap rendah hati dari Florentino. “Bagi saya, ini adalah langkah baik dan sebuah gestur kerendahan hati yang saya sambut dengan baik,” tutup Cañizares.





