
Jan Oblak mengakui bahwa Atletico Madrid telah “membuang” peluang mereka untuk meraih gelar LaLiga musim ini setelah kekalahan 3-0 dari Rayo Vallecano. Atletico tertinggal dua gol di babak pertama dari Fran Perez dan Oscar Valentin sebelum gol ketiga dari Nobel Mendy memastikan kekalahan yang merugikan.
Setelah kekalahan tersebut, sistem Opta memberikan probabilitas Atletico untuk memenangkan gelar musim ini sebesar 0%. Mereka kini tertinggal 15 poin dari pemuncak klasemen, Real Madrid, dan peluang mereka semakin tipis saat Barcelona berpeluang mengambil alih posisi teratas. Atletico diprediksi finis di posisi ketiga dengan kemungkinan 63,5% menurut simulasi musim.
Atletico gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir Liga, periode terburuk mereka sejak awal musim. Oblak menyatakan bahwa harapan mempertahankan gelar praktis sudah hilang. Ia menegaskan, “Sepertinya gelar sudah dibuang. Kami tidak bisa kalah dan bermain seperti ini jika ingin bersaing.”
Dari sisi performa, Atletico bahkan tidak mampu memberikan tekanan berarti ke gawang Rayo dan terlihat kurang kompetitif. Oblak menilai tim pantas kalah dalam laga tersebut karena tidak bermain maksimal.
Kekalahan ini datang hanya beberapa hari setelah Atletico unggul besar 4-0 atas Barcelona di leg pertama Copa del Rey. Namun, meski menang besar, Atletico sudah kebobolan tujuh tembakan tepat sasaran di babak pertama, rekor tertinggi sejak Maret lalu. Oblak mengaku sulit menjelaskan perbedaan performa yang tajam tersebut.
Pelatih Diego Simeone menanggapi pernyataan Oblak dengan mengatakan tim tidak memilih laga mana yang dimainkan buruk, namun mereka memang tampil lemah pada pertandingan tersebut. Simeone menekankan pentingnya kontribusi dari seluruh pemain skuad untuk menghadapi pekan-pekan krusial.
Ia menambahkan, “Jika ingin maju di Liga Champions, Copa del Rey, dan Liga, kami butuh semua pemain. Ini bukan hanya soal 10 pemain, tapi 23. Kami harus siap bersaing.” Fase playoff Liga Champions lawan Club Brugge yang akan dihadapi pada Rabu mendatang menjadi fokus utama tim.
Situasi ini menunjukkan bahwa Atletico kini menghadapi tekanan besar untuk memperbaiki performa dan memanfaatkan seluruh potensi skuad dalam menyelamatkan sisa kompetisi yang mereka jalani.





