
Barcelona gagal kembali ke puncak klasemen LaLiga setelah kalah 1-2 dari Girona di Estadio Montilivi. Kegagalan Lamine Yamal mengeksekusi penalti pada menit akhir babak pertama menjadi momen krusial yang mempengaruhi hasil akhir laga.
Girona mengawali pertandingan dengan tempo sedang dan tampil agresif melalui aksi Vladyslav Vanat dan Bryan Gil. Barcelona, meski lebih dominan, beberapa kali menyia-nyiakan peluang emas, termasuk Raphinha yang membentur tiang gawang. Penalti yang didapat Barcelona melalui pelanggaran Daley Blind terhadap Dani Olmo gagal diselesaikan oleh Yamal setelah tendangannya membentur tiang.
Memasuki babak kedua, Barcelona sempat unggul melalui sundulan Pau Cubarsí pada menit ke-59, yang merupakan gol liga pertamanya untuk klub. Namun, momentum itu dengan cepat dibalas oleh Girona melalui gol Thomas Lemar di menit ke-61 setelah pertahanan Barcelona lengah. Kedudukan imbang 1-1 memicu tensi tinggi dalam pertandingan.
Girona semakin bersemangat setelah gol penyama kedudukan. Joan García, kiper Barcelona, melakukan dua penyelamatan penting untuk mencegah gol tambahan tuan rumah. Namun keunggulan Girona akhirnya tercipta kembali lewat tendangan rendah Fran Beltrán pada menit ke-86 yang mengecoh kiper Paulo Gazzaniga.
Menit-menit akhir diwarnai kartu merah untuk Joel Roca dari Girona yang membuat tim tuan rumah bermain dengan sepuluh orang. Meski demikian, Barcelona gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan tetap menelan kekalahan 1-2. Hasil ini membuat Barcelona tertahan di posisi kedua, terpaut dua poin dari pemuncak klasemen saat ini, Real Madrid.
Susunan Pemain Starter
- Girona: Witsel, Blind, Gazzaniga, Lemar, Viktor Tsygankov, Iván Martín, Gil, Vladyslav Vanat, Arnau Martínez, Hugo Rincón, Vitor Reis
- Barcelona: Olmo, De Jong, Ferran Torres, Raphinha, Kounde, Eric Garcia, Joan García, Fermín López, Yamal, Gerard Martín, Cubarsi
Girona meraih kemenangan penting setelah menderita tiga laga tanpa kemenangan. Sementara Barcelona, yang dalam lima laga tandang terakhirnya di Girona meraih empat kemenangan, harus menelan kekalahan menyakitkan di kandang lawan. Kekalahan ini sekaligus menunda ambisi Hansi Flick untuk memimpin klasemen LaLiga. Barcelona perlu bangkit pada pertandingan selanjutnya untuk menyusul Real Madrid dalam persaingan gelar.





