Raphinha Ungkap Wasit Dinilai Beri Perlakuan Berbeda untuk Barcelona

Raphinha Ungkap Perbedaan Perlakuan Wasit terhadap Barcelona

Raphinha menyatakan bahwa wasit memperlakukan Barcelona secara berbeda dibandingkan tim lain. Pernyataan ini muncul usai kekalahan 2-1 dari Girona yang membuat posisi Barcelona di puncak klasemen LaLiga tergeser.

Pada pertandingan di Estadi Municipal de Montilivi, Fran Beltran mencetak gol kemenangan menit ke-86 untuk Girona. Gol ini menimbulkan kontroversi karena momen sebelumnya diduga terjadi pelanggaran yang tidak dihapus oleh wasit.

Barcelona merasa dirugikan karena gol Beltran seharusnya dibatalkan akibat pelanggaran dalam proses terciptanya gol. Sebelumnya, gol Pau Cubarsi juga dianulir setelah tinjauan VAR cukup lama pada laga Copa del Rey melawan Atletico Madrid.

Raphinha mengungkapkan rasa frustrasinya melalui akun Instagram pribadinya. Ia menulis, “Aturan terasa berbeda ketika menguntungkan atau merugikan kami. Namun jika harus melawan semua untuk menang, kami siap.”

Statistik menunjukkan Barcelona melakukan 27 tembakan, termasuk satu tendangan penalti, tetapi gagal menang. Ini hanya kedua kalinya sejak musim 2004/05 mereka kalah meskipun melakukan minimal 27 tembakan dalam laga LaLiga.

Opta mencatat kejadian serupa terjadi saat Barcelona kalah 1-2 dari Sevilla pada Oktober. Dengan hasil ini, peluang Barcelona merebut gelar LaLiga turun menjadi 43,7%, kalah dari Real Madrid yang kini punya peluang 56,3%.

Barcelona kini tertinggal dua poin dari Real Madrid di puncak klasemen. Situasi ini memperkuat tekanan pada wasit dan VAR terkait keputusan kontroversial yang dialami sang tim raksasa.

Perbedaan dalam penegakan aturan yang dirasakan Raphinha memicu perdebatan baru seputar keadilan dalam pertandingan penting LaLiga. Penonton dan pengamat terus mengikuti dampak kejadian ini pada sisa kompetisi.

Status favorit Barcelona sebagai juara kini mulai diragukan publik dan analis. Hal ini membuka peluang bagi rivalnya Real Madrid untuk memperlebar jarak di klasemen dan mendekatkan gelar.

Exit mobile version