
Kylian Mbappe memberikan pembelaan penuh semangat terhadap rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Junior, setelah insiden kontroversial dalam kemenangan Liga Champions mereka melawan Benfica. Mbappe menegaskan bahwa tindakan pemain Brasil itu saat merayakan gol mendapat reaksi negatif dari suporter tuan rumah, namun hal tersebut adalah hal yang umum terjadi dalam pertandingan besar.
Vini Jr mencetak gol dalam pertandingan leg pertama babak playoff itu, tetapi selebrasinya memicu kemarahan fans Benfica hingga ia mendapat kartu kuning. Ketegangan semakin memuncak saat Vini berselisih dengan winger Benfica, Gianluca Prestianni, ketika mereka kembali ke tengah lapangan.
Insiden dan Tuduhan Rasisme
Vinicius Junior melaporkan kepada wasit adanya dugaan penghinaan rasial dari pemain Benfica kepada dirinya. UEFA kemudian menghentikan pertandingan selama 10 menit sesuai protokol. Mbappe menjelaskan bahwa terdapat momen ketegangan yang bisa dimaklumi karena intensitas Liga Champions dan dorongan untuk memenangkan pertandingan demi para pendukung.
Mbappe menyebutkan, “Setelah itu, nomor 25 Benfica—saya tidak ingin menyebut namanya karena dia tidak pantas—berkata buruk kepada Vini. Ini tidak dapat diterima. Dia mengangkat bajunya dan mengucapkan kata ‘monyet’ lima kali kepada Vini, saya mendengar dengan jelas.” Beberapa pemain Benfica juga mendengar hal tersebut.
Reaksi dari Mbappe dan Mourinho
Mbappe mengajak untuk memahami situasi dengan tenang dan jelas, menekankan bahwa sebagian besar penonton adalah pendukung yang positif. Ia menambahkan, “Saya sangat menghormati Benfica dan pelatihnya, tetapi pemain ini tidak pantas bermain di Liga Champions lagi.”
Selain itu, Mbappe mengungkapkan interaksinya dengan José Mourinho selama jeda pertandingan. Pelatih AS Roma itu berusaha memahami kejadian tersebut dan menyatakan akan menolak keras segala bentuk pelecehan. Mbappe memuji Mourinho sebagai pelatih yang memiliki nilai-nilai kuat dan tidak akan membiarkan kejadian semacam itu terjadi tanpa tindakan.
Pentingnya Penanganan Kasus dengan Tegas
Mbappe menegaskan perlunya penanganan serius terhadap isu rasisme dalam sepak bola, terutama di kompetisi sekelas Liga Champions yang menjadi inspirasi banyak anak dan penggemar. Ia berkata, "Jika kita membiarkan hal ini berlalu, maka nilai-nilai sepak bola dan apa yang kita yakini akan kehilangan arti." Kasus ini menegaskan pentingnya menjaga integritas dan sportivitas dalam olahraga.
Fakta Kunci dari Insiden:
- Vinicius Junior mencetak gol dan mendapat kartu kuning saat selebrasi.
- Terjadi bentrokan verbal dengan pemain Benfica nomor 25.
- Pemain itu diduga mengucapkan kata-kata rasis sebanyak lima kali.
- Pertandingan dihentikan selama 10 menit sesuai protokol UEFA.
- José Mourinho menunjukkan sikap tegas terhadap pelecehan rasisme.
Mbappe berharap kasus ini menjadi pelajaran penting dan memicu tindakan tegas agar situasi serupa tidak terulang. Ia juga mengajak semua pihak untuk menyikapi masalah dengan tenang dan objektif demi kebaikan bersama dalam dunia sepak bola.





