
Xabi Alonso, mantan pelatih Real Madrid, menolak tawaran menjadi pelatih Marseille karena menilai klub tersebut terlalu kacau. Keputusan ini diungkap oleh laporan dari RMC Sport, sebuah media olahraga ternama asal Prancis.
Alonso mengaku keberatan mengambil posisi di Marseille karena situasi internal klub yang dianggap tidak stabil. Kondisi ini membuatnya ragu untuk menerima pekerjaan tersebut meskipun kesempatan itu terbuka lebar baginya.
Penolakan Alonso datang setelah kepala pelatih sebelumnya, Roberto De Zerbi, meninggalkan Marseille. Klub asal Prancis ini kini menghadapi sejumlah tantangan manajemen yang dinilai kurang terorganisir dengan rapi.
Situasi “too chaotic” di Marseille menjadi faktor utama dalam keputusan Alonso. Ia memilih untuk menunggu kesempatan lain yang lebih kondusif bagi karier kepelatihannya.
Berikut ini beberapa hal terkait alasan penolakan Xabi Alonso ke Marseille:
1. Kondisi internal klub yang tidak stabil.
2. Ketidakpastian manajemen di level pengurus klub.
3. Risiko profesional yang dianggap terlalu besar untuk diambil.
Keputusan Alonso ini menarik perhatian publik, mengingat reputasinya sebagai pelatih yang sedang naik daun setelah membela beberapa klub besar. Penolakan tersebut juga semakin menunjukkan pentingnya aspek manajemen klub dalam menarik pelatih berkualitas.
Selain itu, kabar lain dari dunia sepak bola antara lain Crystal Palace yang mendapat tekanan suporter, Tottenham kehilangan sponsor penting, dan Jose Mourinho melarang pembicaraan tentang Real Madrid di skuad Benfica. Namun, fokus utama tetap pada keputusan Xabi Alonso yang menjadi topik hangat di dunia olahraga pekan ini.
Masih belum ada tanda kapan Xabi Alonso akan kembali menangani klub baru. Namun, sikapnya yang berhati-hati menunjukkan bahwa ia sangat memperhatikan faktor kondisi klub sebelum mengambil tantangan berikutnya. Marseille pun harus mencari alternatif lain jika ingin segera menunjuk pelatih baru.





