Pemain Real Madrid dan timnas Spanyol, Dean Huijsen, terpaksa meminta maaf setelah membagikan sebuah unggahan yang dianggap bernada rasis di media sosial. Konten tersebut diunggah ulang oleh Huijsen di akun Instagram miliknya yang memiliki 5,2 juta pengikut dan memicu reaksi negatif dari para pengguna.
Huijsen kemudian menyampaikan permintaan maaf secara resmi melalui akun Weibo Madrid, salah satu platform media sosial terbesar di China dengan lebih dari 580 juta pengguna aktif per bulan. Ia menulis, “Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman saya dari China. Saya sebelumnya membagikan konten berisi pesan yang ofensif tanpa sengaja. Itu benar-benar tidak disengaja, dan saya menyesal atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.”
Unggahan yang kini sudah dihapus itu memuat komentar-komentar yang dianggap menghina individu dalam video. Salah satu komentar menyebut, “Bahkan orang China menyebut dia orang China,” sementara komentar lain bernada ejekan, “Kamu bisa menutup matanya dengan benang gigi.” Reaksi netizen China datang deras menuntut permintaan maaf resmi dan transparan dari pihak klub dan pemain.
Berikut beberapa tuntutan dari netizen China terkait insiden ini:
1. Real Madrid harus mengambil sikap nyata menentang rasisme, bukan hanya retorika.
2. Huijsen harus segera dan secara publik meminta maaf di akun global klub seperti Instagram dan X (Twitter).
3. Klub diingatkan agar menjaga hubungan dan citra di pasar penting seperti China.
Sampai saat ini, respon resmi dari Real Madrid hanya muncul lewat platform Weibo dan belum menyebar ke kanal media sosial internasional mereka yang memiliki puluhan juta pengikut. Permintaan agar permintaan maaf disebarluaskan secara global terus menguat.
Insiden ini muncul di tengah sorotan besar terhadap kasus rasisme lain yang melibatkan pemain Madrid, Vinicius Jr., dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, di Liga Champions. UEFA sedang menyelidiki tuduhan perilaku diskriminatif setelah laporan bahwa Prestianni diduga melontarkan hinaan rasial kepada Vinicius dalam pertandingan tersebut. Namun, Prestianni membantah menggunakan kata bernada rasis dan mengatakan ia malah menggunakan hinaan homofobik.
Dalam pertandingan tersebut, wasit sempat menghentikan laga selama 10 menit dan memberikan sinyal protes terhadap laporan pelecehan rasial. Pemain Madrid lain, Kylian Mbappe, mengungkap bahwa Prestianni mengulangi hinaan rasis sebanyak lima kali, sementara Prestianni menegaskan bahwa tuduhan tersebut salah tafsir.
Kejadian ini menambah tekanan bagi klub dan pemain untuk mengambil sikap tegas menghadapi isu sensitif seputar rasisme dan diskriminasi di dunia sepakbola. Huijsen sendiri telah menunjukkan itikad baik melalui permintaan maafnya, namun pengawasan dan tanggapan publik terhadap langkah selanjutnya masih sangat diperlukan untuk menjaga integritas dan keharmonisan di ranah internasional.
