
Barcelona masih menyimpan ketegangan antara Presiden Joan Laporta dan Lionel Messi. Keduanya diketahui mengalami keretakan hubungan sejak Messi meninggalkan klub menuju Paris Saint-Germain.
Laporta mengungkap insiden penting terjadi pada gala Ballon d’Or di bulan Oktober. Saat itu, Laporta berusaha menyapa Messi, namun mantan bintang Inter Miami tersebut mengabaikan sapaan tersebut.
Gestur Messi yang memilih untuk tidak membalas salam tersebut menandai jarak yang makin melebar di antara keduanya. Menurut Laporta, momen itu memperlihatkan betapa hubungan mereka sudah rusak.
Presiden klub menegaskan sudah ada beberapa upaya rekonsiliasi setelah kejadian itu. Namun, sampai kini belum ada keberhasilan yang signifikan untuk memperbaiki komunikasi mereka.
Dia juga mengakui, “Hubungan tidak seperti dulu lagi,” namun tetap menyimpan harapan untuk masa depan. Laporta mengingatkan bahwa meski ada masalah, rasa hormat dan kekaguman kepada Messi tidak pernah pudar.
Melalui pernyataannya, Laporta menggarisbawahi status Messi sebagai legenda Barcelona. Dia menilai keretakan hubungan pribadi tidak mengurangi kontribusi besar sang pemain bagi klub.
Berikut poin penting dari pengakuan Laporta:
1. Insiden di Ballon d’Or menjadi momen kunci kerenggangan hubungan.
2. Messi mengabaikan sapaan Laporta saat acara penghargaan.
3. Upaya memperbaiki hubungan sudah dilakukan, tapi belum berhasil.
4. Hubungan keduanya tidak lagi seperti sebelumnya.
5. Laporta tetap menghormati dan mengagumi Messi sebagai ikon Barcelona.
Kasus ini menunjukkan bahwa dinamika hubungan antara manajemen dan pemain bintang bisa kompleks dan berdampak lama. Meski begitu, Laporta menegaskan bahwa profesionalisme dan penghargaan terhadap masa lalu tetap dijaga.
Situasi ini menjadi sorotan karena kedua tokoh penting sepak bola ini terus menjadi pusat perhatian dunia olahraga. Bagaimanapun, perjalanan hubungan mereka ke depan masih menarik untuk diikuti.





