Benfica Ditolak Banding atas Kasus Dugaan Rasisme Terhadap Vinicius Junior oleh Gianluca Prestianni

Benfica gagal memenangkan banding terkait sanksi terhadap Gianluca Prestianni atas dugaan pelanggaran rasial terhadap Vinicius Junior. UEFA memastikan bahwa sanksi larangan bermain bagi Prestianni tetap berlaku setelah proses banding klub Portugal ditolak.

Vinicius Junior melaporkan dugaan hinaan rasial oleh Prestianni kepada wasit Francois Letexier usai mencetak gol pada pertandingan terakhir. Kejadian tersebut membuat pertandingan harus dihentikan selama lebih dari 10 menit karena insiden itu menciptakan ketegangan di lapangan.

Prestianni kini menghadapi ancaman larangan bermain sampai 10 laga jika dianggap bersalah oleh UEFA. Klub Benfica menegaskan ketidakbersalahan pemain muda tersebut dan berupaya membatalkan sanksi dengan mengajukan banding resmi.

Namun, UEFA tetap memutuskan untuk mempertahankan suspensi sementara pemain berusia 20 tahun itu. “Banding yang diajukan oleh SL Benfica ditolak. Keputusan Badan Pengatur, Etik, dan Disiplin UEFA pada 23 Februari dikonfirmasi,” ujar pernyataan resmi UEFA.

Prestianni menyatakan penolakannya terhadap tuduhan tersebut melalui pernyataan publik. Ia menyebut tidak pernah melontarkan kata-kata rasis kepada Vinicius Junior dan menganggap ada salah paham. “Saya menyesalkan ancaman yang saya terima dari pemain Real Madrid,” tambahnya.

Akibat sanksi ini, Prestianni dipastikan absen saat Benfica bertandang ke Santiago Bernabeu dalam partai lanjutan Liga Champions. Kedua tim akan kembali bertemu dalam laga krusial yang menentukan siapa yang melaju ke babak berikutnya.

Berikut poin penting terkait kasus Prestianni dan Vinicius Junior:

1. Vinicius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasial saat pertandingan berlangsung.
2. Gianluca Prestianni diduga melakukan penghinaan rasial dan ditangguhkan sementara.
3. Benfica melakukan banding atas sanksi tersebut namun ditolak UEFA.
4. Prestianni membantah tuduhan dan mengaku disalahpahami.
5. Pemain muda Benfica berusia 20 tahun harus absen pada laga penting melawan Real Madrid.

Kasus ini kembali menyoroti isu serius mengenai rasisme dalam sepak bola Eropa. UEFA berkomitmen menjalankan proses disipliner untuk menangani setiap laporan dengan tegas dan adil demi menjaga integritas kompetisi.

Berita Terkait

Back to top button