
Thibaut Courtois tampil gemilang dalam kemenangan Real Madrid atas Benfica di babak playoff Liga Champions. Penjaga gawang asal Belgia ini melakukan penyelamatan krusial yang sangat menentukan hasil pertandingan dengan skor agregat 3-1.
Courtois menjelaskan bahwa penyelamatan tersebut merupakan teknik yang ia kembangkan saat bermain di Chelsea. “Saya melihat peluang dan berhasil menghentikannya dengan baik, bola melewati antara kaki saya dan saya turun dengan cepat,” ujarnya setelah laga.
Dia membeberkan rahasia di balik kemampuan menggapai bola yang jauh ke bawah meski postur tubuhnya tinggi. “Ini berkat gen orang tua saya yang dulu bermain voli, dan saya juga pernah bermain voli,” kata Courtois.
Teknik ini ia sebut sebagai “sweep the leg,” yaitu menggeser kaki ke sisi agar tubuh dapat turun lebih cepat. “Gerakan menggeser kaki ini saya pelajari saat di Chelsea dan terkadang sangat berguna,” tambahnya.
Meskipun puas dengan hasil menang, Courtois mengakui ada kekurangan dalam permainan timnya. “Kami kurang kelincahan dan kecepatan dalam mengolah bola. Kami harus lebih sering memindahkan bola dari sisi ke sisi agar lawan tidak nyaman,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pelatih meminta peningkatan dalam tempo permainan. “Saya tidak berpikir kami bermain dengan baik, tetapi yang penting adalah kemenangan,” imbuh Courtois.
Pada pertandingan tersebut, Real Madrid unggul 2-1 atas Benfica dan memastikan tempat di babak 16 besar. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting Courtois dalam menjaga gawang Los Blancos tetap aman.
Courtois juga menunjukkan pentingnya teknik dan pengalaman yang diperoleh selama kariernya untuk menghadapi situasi sulit dalam pertandingan besar. Ini menjadi bukti kedewasaan dan profesionalismenya sebagai salah satu penjaga gawang top dunia saat ini.





