Benfica Bantah Pemain Sayap Gunakan Celaan Rasial Terhadap Vinicius Jr

Benfica secara tegas membantah tuduhan bahwa winger mereka, Gianluca Prestianni, mengaku menggunakan hinaan rasial terhadap Vinicius Jr dari Real Madrid. Klub menyatakan bahwa Prestianni tidak pernah mengakui atau mengutarakan hinaan tersebut kepada rekan setim ataupun struktur klub.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Benfica menegaskan, "Sport Lisboa e Benfica secara tegas membantah bahwa pemain Prestianni telah berkomunikasi dengan skuad atau struktur klub bahwa dia mengeluarkan hinaan rasial kepada pemain Vinicius Jr dari Real Madrid." Klub juga menyampaikan bahwa Prestianni sejak awal telah menegaskan dirinya bukanlah seorang rasis dan menyesali insiden yang terjadi.

Kronologi Insiden dan Reaksi di Lapangan

Insiden terjadi saat laga leg pertama babak play-off Liga Champions pada 17 Maret, ketika Vinicius Jr merayakan gol yang membawa Madrid unggul. Prestianni kemudian mendekati Vinicius dan menarik bagian bajunya menutupi mulut saat mengucapkan sesuatu kepada pemain Madrid tersebut. Vinicius yang merasa tersinggung segera melapor kepada wasit Francois Letexier.

Wasit langsung menghentikan pertandingan dan mengaktifkan protokol anti-rasisme FIFA dengan menyilangkan tangan di depan wajahnya. Penyelidikan UEFA kemudian dibuka atas dugaan perilaku diskriminatif selama pertandingan di Lisbon tersebut.

Sanksi dan Proses Banding

UEFA memberikan larangan bermain satu pertandingan kepada Prestianni, sehingga ia absen pada laga leg kedua yang berlangsung di Bernabeu. Namun Benfica mengajukan banding dan Prestianni tetap ikut serta dalam latihan bersama tim di Madrid. Banding ini kemudian ditolak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.

Menurut laporan dari Sky Sports, UEFA sudah menunjuk seorang inspektur etika untuk menindaklanjuti kasus ini. Inspektur tersebut menemukan bukti awal yang cukup untuk mengindikasikan Prestianni melanggar peraturan anti-diskriminasi UEFA, di mana sanksi minimal 10 laga dapat dijatuhkan. Namun status larangan satu pertandingan yang dijatuhkan bersifat sementara dan tanpa mengesampingkan proses pemeriksaan yang adil.

Komentar dan Kontroversi Jose Mourinho

Manajer Benfica, Jose Mourinho, yang sebelumnya merupakan pelatih Real Madrid, dikritik karena tanggapannya terkait insiden ini. Mourinho mempertanyakan cara Vinicius Jr merayakan gol dan menyebut bahwa klubnya bukanlah institusi rasis, mengingat legenda klub Eusebio adalah seorang pemain berkulit hitam.

Ia juga mengomentari bahwa insiden rasisme terhadap Vinicius Jr sering terjadi di berbagai stadion, tanpa menyebutkan secara spesifik. Dia mengatakan, "Ada sesuatu yang salah karena ini selalu terjadi di setiap stadion tempat Vinicius bermain." Komentarnya ini menjadi sorotan di media dan menimbulkan beragam reaksi.

Reaksi dari Pemain dan Pihak Terkait

Kylian Mbappe, penyerang Real Madrid, mengaku mendengar sendiri hinaan rasial yang diarahkan Prestianni kepada Vinicius. Ia menyatakan kepada media bahwa pemain Benfica tersebut tidak seharusnya lagi diizinkan bermain di kompetisi elit seperti Liga Champions.

Sementara itu, Vinicius Jr menulis di Instagram bahwa para pelaku rasis adalah "pengecut" yang menutupi mulut mereka dengan baju sebagai tanda kelemahan. Ia juga mengkritik keberadaan perlindungan dari pihak yang seharusnya menghukum pelaku rasisme. Vinicius menegaskan bahwa insiden tersebut bukan sesuatu yang baru dalam kehidupannya maupun keluarganya.

Benfica dan Pernyataan Prestianni

Prestianni sendiri mengeluarkan klarifikasi di Instagram yang dibagikan oleh Benfica, membantah keras memiliki niat atau melakukan tindakan rasis terhadap Vinicius. Ia mengaku disalahpahami dan menyesalkan ancaman yang diterimanya dari pemain Real Madrid.

Benfica juga merilis rekaman video insiden tersebut di platform X dengan komentar bahwa jarak jauh dalam gambar menunjukkan pemain Madrid dan rekannya tidak dapat mendengar apa yang diklaim mereka dengar.

Latar Belakang Kasus Rasisme Terhadap Vinicius Jr

Vinicius Jr sudah sering menjadi korban pelecehan rasial dalam beberapa tahun terakhir. Pada musim sebelumnya, tiga penggemar Valencia dipenjara delapan bulan setelah terbukti melakukan pelecehan serupa. Insiden di Benfica mengingatkan publik pada kasus-kasus sebelumnya yang memicu reaksi keras dari komunitas sepak bola.

Pihak berwenang di Spanyol kini semakin ketat menindak pelaku rasisme dengan denda, larangan masuk stadion, hingga hukuman penjara. Hal ini menunjukkan upaya serius mencegah kasus rasisme yang memengaruhi perkembangan dan kenyamanan pemain, termasuk Vinicius Jr.

Dampak dan Tindakan UEFA

UEFA bergerak cepat menanggapi kasus ini dan menekankan pentingnya penegakan aturan anti-diskriminasi di kompetisi mereka. Proses pemeriksaan lebih lanjut akan menentukan sanksi yang akan dijatuhkan kepada Prestianni.

Kasus ini kembali menyoroti tantangan yang dihadapi sepak bola internasional dalam memberantas rasisme. Semua pihak terkait diharapkan bertindak tegas dan transparan demi menjaga integritas dan kehormatan olahraga.

Berita Terkait

Back to top button