
Jeremy Mathieu, mantan pemain Barcelona dan Prancis, kini bekerja di sebuah toko perlengkapan olahraga. Ia pernah mengklaim bahwa kemampuan tendangan bebasnya lebih baik dibanding Lionel Messi selama berada di Camp Nou.
Karier Mathieu berawal di klub Sochaux dan Toulouse sebelum bergabung dengan Valencia pada bulan Juli. Di Valencia, ia menjadi pemain reguler dengan lebih dari 170 penampilan. Pada bulan Juli, Mathieu membuat kejutan dengan pindah ke Barcelona dengan nilai transfer mencapai 15,8 juta pound sterling.
Meskipun lebih sering menjadi pemain cadangan, Mathieu turut meraih treble bersejarah bersama Barcelona. Setelah masa sukses di Sporting CP, ia mengakhiri karier sepakbolanya pada usia 36 tahun di musim panas. Kini, kehidupan Mathieu sangat berbeda dengan masa kejayaannya sebagai pesepakbola profesional.
Pada bulan April tahun lalu, foto-foto Mathieu sedang bekerja di toko Intersport dekat Marseille viral di media sosial. Dalam wawancara dengan beIN Sports, Mathieu mengungkapkan alasannya bekerja di toko tersebut karena sedang menghadapi masalah pribadi dan perkara hukum. Ia menceritakan bahwa dirinya tengah berjuang melawan depresi.
Mathieu mengatakan, “Saya mencoba tetap terlibat dalam sepakbola di level amatir, tapi bekerja di Intersport membantu saya memiliki kehidupan sosial dan bertemu orang.” Seorang teman lama dari akademi Sochaux, Loic Loval-Landre, memberitahunya tentang lowongan pekerjaan di toko itu agar Mathieu bisa lebih aktif.
Selama di Barcelona, Mathieu dikenal sebagai pemain yang piawai dalam tendangan bebas. Ia berani menyatakan, “Lionel Messi hebat dalam latihan; sulit untuk menyainginya. Namun, saya rasa saya lebih baik dalam tendangan bebas daripada dia.” Pengakuan ini didukung oleh beberapa gol tendangan bebas yang pernah dicetaknya, termasuk gol spektakuler melawan Elche bulan Desember.
Mathieu juga mengingat pertemuannya dengan pelatih Luis Enrique yang merekrutnya ke Barcelona. Enrique mengatakan, “Saya suka cara kamu bermain. Jika saya jadi pelatih, saya ingin kamu di tim.” Meski sempat ragu karena belum resmi menjabat, Mathieu akhirnya menerima tawaran saat Valencia tak bisa menyamai kontrak dari Barcelona.
Transformasi Mathieu dari pesepakbola internasional ke pekerja toko perlengkapan olahraga memperlihatkan betapa drastisnya perubahan hidup setelah pensiun. Kisahnya juga menyoroti pentingnya dukungan psikologis bagi atlet yang menghadapi tekanan dan masa transisi.





