
Kasus disipliner yang melibatkan Manchester City telah menimbulkan dampak negatif bagi reputasi Premier League. Presiden LaLiga, Javier Tebas, menyebut proses yang panjang ini “merusak” citra kompetisi sepak bola Inggris itu.
Manchester City dikenai tuduhan melanggar aturan finansial liga lebih dari 100 kali. Klub tersebut membantah semua tuduhan dengan tegas sejak dakwaan diajukan pada Februari lalu.
Meski sudah lebih dari tiga tahun berlalu, belum ada keputusan resmi yang diumumkan. Komisi independen baru menyelesaikan sidang kasus ini antara September hingga Desember.
Tebas mengkritik bukan hanya lamanya proses, tetapi ketidakpastian penerapan aturan yang timbul selama proses tersebut. Ia menyoroti bagaimana klub lain yang melanggar aturan diberi sanksi, sementara Manchester City tampak kebal dari hukuman.
Dalam sebuah konferensi pers di London, Tebas mengatakan, “Ini kegagalan tata kelola. Klub lain mendapatkan denda dan pengurangan poin. Namun Manchester City seolah kebal hukum, dan banyak klub Premier League juga tidak mengerti situasi ini.”
Menurut Tebas, kondisi ini melemahkan institusi Premier League. Ia menambahkan pentingnya kepastian hukum dalam aturan financial fair play agar kompetisi bisa berjalan adil dan transparan.
Manchester City sebelumnya mengklaim sudah menyiapkan bukti kuat untuk membuktikan tidak melakukan kesalahan. Sementara itu, CEO Premier League Richard Masters enggan memberikan komentar terkait kasus tersebut.
Masters menegaskan bahwa ia tidak bisa membahas waktu penyelesaian kasus. Ia juga menolak berkomentar saat ditanya apakah Premier League mempertimbangkan proses lebih cepat untuk kasus serupa di masa depan.
Ia hanya menyatakan, “Setiap regulator ingin sistem yudisialnya efisien dan berjalan cepat. Itu batas komentar saya.”
Berikut poin penting terkait kasus Manchester City dan dampaknya menurut Javier Tebas:
1. Manchester City dituduh melanggar aturan finansial lebih dari 100 kali
2. Proses kasus berjalan lebih dari tiga tahun tanpa putusan final
3. Klub lain mendapat sanksi, tapi Manchester City masih bebas dari hukuman
4. Tebas menganggap kasus ini melemahkan reputasi dan tata kelola Premier League
5. CEO Premier League enggan mengomentari proses dan waktunya
Kasus ini menjadi sorotan bagi dunia sepak bola karena menyangkut integritas dan penerapan aturan finansial yang adil. Tebas berharap adanya kepastian hukum agar kompetisi secara umum lebih transparan dan dapat dipercaya.





