
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengusulkan bahwa pemain yang menutup mulut saat berkomunikasi di lapangan seharusnya langsung mendapat kartu merah. Pernyataan ini muncul setelah insiden Gianluca Prestianni dari Benfica yang menutup mulutnya dengan kaus saat diduga melakukan pelecehan verbal terhadap Vinicius Junior dari Real Madrid.
Infantino menilai tindakan menutup mulut menunjukkan bahwa pemain tersebut berusaha menyembunyikan sesuatu. “Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengatakan sesuatu yang mengandung unsur rasis, maka harus langsung dikeluarkan dari pertandingan,” ujarnya dalam wawancara dengan Sky News.
Selain itu, Infantino menegaskan bahwa ketika ada indikasi pemain berusaha menyembunyikan ucapannya, harus ada asumsi bahwa pesan yang disampaikan tidak pantas. Ia menambahkan, “Jika tidak ada sesuatu yang disembunyikan, maka tidak ada alasan untuk menutup mulut saat berbicara.”
Agenda terkait usulan perubahan aturan ini akan dibahas dalam Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Vancouver pada akhir April. Rencana ini bertujuan memperkuat regulasi sepak bola oleh International Football Association Board sebelum Piala Dunia musim panas mendatang.
Dalam konteks yang lebih luas, Infantino juga menekankan pentingnya tindakan tegas melawan rasisme di sepak bola. Menurutnya, tidak cukup hanya mengakui bahwa rasisme adalah persoalan sosial. Ia menegaskan perlunya sanksi yang lebih tegas untuk pelaku guna menghentikan praktek diskriminasi dalam dunia olahraga.
Berikut poin penting terkait usulan Infantino:
1. Pemain yang menutup mulut saat berbicara harus mendapat kartu merah jika terbukti ucapannya mengandung unsur rasisme.
2. Adanya presumption bahwa menutup mulut berarti menyembunyikan sesuatu yang tidak pantas.
3. Perubahan aturan akan dibahas di Kongres FIFA akhir April dan diterapkan sebelum Piala Dunia.
4. Upaya melawan rasisme harus diperkuat dengan sanksi lebih berat, tidak hanya sekadar pernyataan.
Usulan ini mendapat perhatian luas karena menyentuh aspek transparansi dan keadilan dalam pertandingan sekaligus perjuangan melawan rasisme. Peraturan baru nanti diharapkan dapat memberikan efek jera dan menjaga sportivitas di lapangan.





