
Ernesto Valverde menyatakan kekecewaannya atas penampilan Athletic Bilbao yang dinilainya kurang maksimal saat menghadapi Real Sociedad di leg kedua semifinal Copa del Rey. Kekalahan 0-1 yang mereka alami membuat Athletic gagal melaju ke final dengan agregat 0-2.
Real Sociedad sebelumnya unggul 1-0 di leg pertama yang digelar di San Mamés berkat gol Benat Turrientes. Mikel Oyarzabal memastikan kemenangan timnya lewat penalti kontroversial pada menit ke-87 setelah VAR meninjau pelanggaran berupa jerseypull terhadap Yangel Herrera oleh pemain Athletic, Iñigo Ruiz de Galarreta.
Valverde menilai lini serang timnya gagal memanfaatkan peluang dan menghadapi pertahanan ketat La Real. “Kami kekurangan peluang mencetak gol dan permainan menyerang yang efektif,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa ini bukan kali pertama dirinya gagal di semifinal kompetisi ini.
Pelatih Athletic juga terkejut dengan keputusan penalti yang diberikan di menit akhir. Ia menyebut wasit dan VAR memutuskan penalti yang muncul “tanpa diduga” dan menyulitkan peluang timnya. “Saat skor masih 0-0 saya yakin mereka bisa kami tekan, namun penalti itu memupus harapan,” tambahnya.
Valverde mengakui Real Sociedad sebagai tim yang tampil lebih baik secara keseluruhan. Menurutnya, tim tamu lebih sering mengancam dan layak mendapatkan hasil kemenangan baik di San Mamés maupun pada pertandingan kali ini.
Di sisi lain, gelandang Real Sociedad, Carlos Soler, mengungkapkan kebahagiaannya karena timnya akan berlaga di final Copa del Rey untuk pertama kalinya dalam 38 tahun. “Kami akan menikmati pertandingan dan berusaha meraih gelar meski tahu tantangannya berat menghadapi Atletico Madrid,” kata Soler.
Real Sociedad pernah menjuarai Copa del Rey pada musim 2019-20 dengan mengalahkan Athletic, meskipun final tersebut digelar tanpa penonton akibat pandemi COVID-19. Kini, mereka berpeluang meraih trofi dengan dukungan langsung para suporter di akhir kompetisi.





