Pahlawan Real Madrid Di Maria Sebut Atletico Jadi Kuburan Pemain Argentina

Angel Di Maria, mantan bintang Real Madrid, melontarkan kritik tajam terhadap Atletico Madrid yang merupakan rival sekota klubnya dahulu. Di Maria menyebut Atletico sebagai “kuburan” bagi para pemain asal Argentina yang bergabung di sana.

Kini bermain untuk klub asal Argentina, Rosario Central, Di Maria menyatakan pengalaman pahit banyak pemain Argentina di Atletico Madrid. Dalam wawancara di Radio de la Red, ia mengungkapkan, “Klub itu aneh. Saat segala sesuatunya berjalan baik, memang berjalan baik. Namun tiba-tiba, mereka mematikan karier pemainnya.”

Di Maria menyoroti minimnya kesempatan berlanjut bagi pemain Argentina yang tampil di Atletico, seperti Julián Álvarez, Thiago Almada, dan Nahuel Molina. “Sebagian besar pemain mulai menghilang dari tim utama dan sulit untuk mendapatkan kontinuitas. Hanya sedikit yang bisa menjadi starter tetap, selebihnya tersingkir begitu saja,” ujarnya.

Pemain ini juga menegaskan perbedaan penampilan para pemain Argentina saat membela negara dibandingkan klubnya. “Saat mengenakan jersey biru putih, mereka berubah menjadi pemain yang luar biasa dan menikmati permainan. Hal ini membuat saya sangat bahagia,” kata Di Maria menambahkan.

Pendapat Di Maria mencerminkan kesulitan adaptasi dan kurangnya kepercayaan di Atletico terhadap pemain Argentina, meski prestasi mereka membanggakan di level internasional. Perkataan ini semakin menambah perbincangan soal bagaimana Atletico memperlakukan bintang asal Amerika Selatan.

Berikut daftar pemain Argentina yang pernah bergabung di Atletico Madrid dan mengalami kesulitan mendapatkan posisi utama:

1. Julián Álvarez
2. Thiago Almada
3. Nahuel Molina

Ketiganya menunjukkan potensi besar namun tidak konsisten mendapat peluang di tim utama Atletico. Kritik Di Maria menyiratkan perlunya evaluasi manajemen klub terhadap kebijakan pengembangan dan pemberian kesempatan bagi pemain dari Argentina.

Pernyataan ini sekaligus mengingatkan bahwa meski Atletico adalah klub bergengsi di La Liga, mereka menghadapi tantangan dalam mengelola talenta asing, khususnya dari Argentina. Bagaimanapun, klub masih tetap menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Eropa dan menjadi rival utama Real Madrid.

Berita Terkait

Back to top button