Hasselbaink Tuding Mourinho Munafik, Soroti Pemain Kulit Hitam di Benfica Juga

Jimmy Floyd Hasselbaink menyoroti isu rasisme dalam sepak bola dan mengkritik sikap Jose Mourinho terkait insiden diskriminasi rasial baru-baru ini. Hasselbaink menilai Mourinho adalah seorang hipokrit karena menyangkal adanya penyalahgunaan rasial dalam timnya, meski Benfica juga memiliki pemain kulit hitam.

Dalam wawancara dengan The Guardian, Hasselbaink mengungkapkan pengalamannya sebagai pemain kulit hitam di Atletico Madrid yang mengalami pelecehan rasial, termasuk dilempari ludah oleh suporter tanpa adanya dukungan dari rekan satu timnya. Ia menyatakan bahwa pemain kulit hitam terus-menerus dipaksa menghadapi masalah ini seolah harus memulai semuanya dari awal lagi.

Pengalaman Hasselbaink dan Pengakuannya soal Vinicius
Hasselbaink menyebutkan bahwa dirinya tidak mengalami perlakuan seburuk yang dialami Vinicius Junior. Vinicius diketahui menghadapi sekitar 20 insiden diskriminasi selama kariernya di Real Madrid, terutama di Spanyol. UEFA tengah menyelidiki insiden terkait tuduhan kata-kata berbau rasis yang dialamatkan kepada Vinicius oleh pemain Benfica, Prestiani. Namun, penyelidikan ini sulit dibuktikan karena Prestiani menutup mulutnya saat kejadian berlangsung.

Mirisnya, meski saksi seperti Mbappe mendengar Prestiani mengeluarkan kata "monyet," Prestiani membantah tuduhan tersebut. Hasselbaink menilai tindakan menutup mulut dengan jersey menjadi indikasi bahwa kata-kata kontroversial pasti diucapkan. Ia menyarankan agar aturan baru diberlakukan untuk melarang segala bentuk perkataan rasis di lapangan.

Kritik Hasselbaink terhadap Sikap Mourinho
Mourinho menghubungkan perayaan gol Vinicius yang dianggap provokatif dengan reaksi suporter Benfica yang memicu konflik. Hasselbaink mengecam keras pernyataan tersebut dan mempertanyakan bagaimana Mourinho bisa mengabaikan fakta timnya juga memiliki pemain kulit hitam. Ia menegaskan seharusnya Mourinho terlebih dahulu bertanya kepada pemainnya apakah ada kasus pelecehan rasial sebelum membuat pernyataan seperti itu.

Kasus Rasisme pada Pemain Inggris di Piala Eropa
Sebagai asisten pelatih tim nasional Inggris, Hasselbaink mengenang bagaimana Bukayo Saka, Marcus Rashford, dan Jadon Sancho menerima pelecehan rasial usai gagal dalam adu penalti final Piala Eropa di Wembley. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Saka yang dengan keberanian tetap menjalani tugas penalti di pertandingan berikutnya. Hasselbaink mengutuk tindakan diskriminasi yang membuat tekanan bagi para pemain semakin berat.

Seruan Tegas untuk Tindakan Tegas terhadap Rasisme
Hasselbaink mengusulkan hukuman seumur hidup bagi suporter yang melontarkan nyanyian, gestur, atau unggahan rasialis di media sosial. Ia juga menekankan perlunya larangan bermain lebih lama untuk pemain yang terbukti bersalah, ditambah dengan pencabutan gaji dari klub selama masa hukuman berlangsung.

Pendapat Hasselbaink mendapat perhatian sebagai suara dari mantan pemain yang pernah merasakan dampak langsung rasisme di sepak bola. Ia mendukung langkah-langkah tegas untuk mengakhiri siklus diskriminasi yang terus berulang, sekaligus mengajak semua pihak untuk bertindak konkret demi atmosfer sepak bola yang lebih adil dan inklusif.

Berita Terkait

Back to top button