
Morocco tengah mengincar Thiago Pitarch sebagai bagian dari upaya memperkuat tim nasional menjelang Piala Dunia pada bulan Juni. Pemuda berusia 18 tahun ini mulai menarik perhatian berkat penampilannya di lini tengah Real Madrid.
Meskipun selama ini bermain untuk tim nasional junior Spanyol, Pitarch berhak memilih memperkuat tim nasional Maroko. Hal ini karena salah satu kakek-neneknya lahir di negara tersebut. Morocco bermaksud mengikuti jejak Brahim Diaz, bintang Real Madrid lainnya yang kini setia membela timnas Atlas Lions.
Pitarch mengakui belum menentukan pilihan antartim nasional yang akan dipilihnya. Ia mengungkapkan, “Morocco atau Spain? I haven’t decided yet.” Selain itu, ia pun mendapat banyak dorongan dari Brahim Diaz yang merasa sangat nyaman di lingkungan tim nasional Maroko.
Faktor keturunan menjadi alasan utama Morocco menargetkan Pitarch. Dua poin penting yang mendukung keterlibatan Pitarch adalah:
1. Performa gemilang di Real Madrid sebagai gelandang muda.
2. Hak eligibilitas bermain untuk Maroko lewat garis keturunan.
Pendekatan Morocco diprediksi akan semakin intensif demi membujuk Pitarch meninggalkan opsi mengikuti jejak pemain keturunan Maroko yang sukses berkarier di level internasional. Langkah ini dianggap strategis untuk menambah kedalaman dan potensi skuad menjelang turnamen akbar.
Perubahan loyalitas dari pemain muda seperti Pitarch merupakan tren yang sering terjadi dalam dunia sepak bola, terutama bagi pemain dengan opsi ganda kewarganegaraan. Morocco berharap dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat tim dan menciptakan peluang baru di kancah internasional.
Penghayatan terhadap tradisi dan koneksi personal menjadi bahan utama dalam pendekatan Morocco kepada Pitarch. Seiring waktu menjelang Piala Dunia, manajemen federasi Maroko diharapkan terus memperkuat hubungan dan meyakinkan sang pemain agar pilihannya menguntungkan karier serta pembangunan tim nasional mereka.





