
Sporting CP berhasil mencetak sejarah dengan membalikkan defisit tiga gol dari leg pertama melawan Bodo Glimt. Setelah kalah 0-3 di leg pertama, Sporting CP menang telak 5-0 melalui babak perpanjangan waktu untuk lolos ke babak berikutnya dan menghadapi Arsenal.
Leg pertama memperlihatkan performa impresif Bodo Glimt yang mengalahkan Sporting CP dengan skor tiga gol tanpa balas. Namun, di leg kedua, Sporting CP menerapkan taktik total football secara maksimal, menguasai penguasaan bola hingga 66% dan melepaskan 38 tembakan, 14 di antaranya mengarah ke gawang.
Para pemain Sporting CP dari lini belakang hingga depan tampil agresif dan kreatif. Bek tengah Goncalo Inacio, bek kiri Maxi Araujo, hingga gelandang serang Pedro Goncalves dan striker Luis Suarez saling berkolaborasi menekan pertahanan Bodo Glimt. Francisco Trincao menjadi bintang pertandingan dengan dua assist dan peran kunci di lini tengah.
Sporting CP kini menjadi tim kelima dalam sejarah Liga Champions yang berhasil membalikkan defisit tiga gol dari leg pertama. Keistimewaan Sporting adalah mereka menjadi tim pertama yang berhasil comeback dari defisit tiga gol tanpa mencetak gol dalam 10 menit awal leg kedua.
Berikut daftar tim yang pernah membalikkan defisit tiga gol di Liga Champions:
1. La Coruna vs Milan: 1-4 di leg pertama, dibalas 4-0 di leg kedua
2. Barcelona vs PSG: 0-4 di leg pertama, menang 6-0 di leg kedua
3. Roma vs Barcelona: 1-4 di leg pertama, menang 3-0 di leg kedua
4. Liverpool vs Barcelona: 0-3 di leg pertama, menang 4-0 di leg kedua
5. Sporting CP vs Bodo Glimt: 0-3 di leg pertama, menang 5-0 di leg kedua
Momen comeback Sporting CP menambah daftar sejarah dramatis Liga Champions. Dengan keberhasilan ini, mereka memperlihatkan kemampuan taktik dan mental juara yang kuat untuk melaju ke babak selanjutnya.





