
Mantan direktur Barcelona, Toni Freixa, menyerukan agar Fede Valverde dari Real Madrid dijatuhi sanksi berat terkait kartu merah yang diterimanya saat laga derby melawan Atletico Madrid. Freixa meminta agar Valverde mendapatkan larangan bermain selama 12 pertandingan karena dianggap melakukan pelanggaran dengan niat yang disengaja dan berbahaya.
Meskipun banyak pengamat menilai keputusan wasit memberikan kartu merah kepada Valverde terkesan keras, pandangan Freixa justru sebaliknya. Ia menilai tindakan Valverde sebagai pelanggaran serius yang tidak bisa dianggap remeh. Dalam unggahan di media sosial, Freixa menulis, “Kampanye ‘Selamatkan Prajurit Valverde’ sedang berlangsung. Namun, karena adanya unsur perencanaan dan pengkhianatan, 12 pertandingan harus dijatuhkan kepadanya!”
Real Madrid sendiri berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut. Mereka merasa bahwa keputusan wasit dipengaruhi oleh sejarah persoalan di antara Valverde dan Álex Baena, yang menjadi korban pelanggaran tersebut. Valverde menerima kartu merah langsung karena tantangan kerasnya terhadap Baena pada menit ke-77 pertandingan.
Fakta Penting Mengenai Insiden Valverde:
- Kartu merah langsung didapatkan Valverde pada menit ke-77 di laga melawan Atletico Madrid.
- Pelanggaran dinilai memiliki unsur premeditasi dan kekerasan.
- Toni Freixa menyampaikan kritik keras dan mendukung hukuman larangan bermain selama 12 pertandingan.
- Real Madrid berniat mengajukan banding atas keputusan tersebut.
- Dugaan keputusan dipengaruhi oleh riwayat antara Valverde dan Baena.
Pernyataan Freixa ini membuka perdebatan lebih luas tentang kepantasan keputusan wasit dan masa depan Valverde di kompetisi. Kasus ini menjadi sorotan penting terutama melihat ketatnya rivalitas antara Barcelona dan Real Madrid, serta dampaknya pada kelangsungan permainan Valverde bersama klubnya.





