
Kylian Mbappe dan Hugo Ekitike membawa Prancis meraih kemenangan penting dengan menaklukkan Brasil 2-1 meski bermain dengan 10 pemain. Gol Mbappe dan Ekitike membuktikan kekuatan Les Bleus, yang tampil tangguh meski kehilangan Dayot Upamecano akibat kartu merah.
Pada pertandingan yang berlangsung di Foxborough ini, Prancis menunjukkan dominasi meski harus bertahan lebih dari 40 menit dalam kondisi kurang pemain. Upamecano menerima kartu merah setelah pelanggaran VAR yang mengubah hukuman dari kartu kuning menjadi kartu merah pada menit ke-55.
Performa Mbappe dan Ekitike
Mbappe membuka skor pada menit ke-32 setelah memanfaatkan umpan matang dari Ousmane Dembele. Selanjutnya, pada menit ke-65, Hugo Ekitike menggandakan keunggulan dengan aksi chip yang ciamik melewati kiper Ederson. Gol tersebut lahir dari assist presisi Michael Olise yang menembus pertahanan Brasil.
Brasil baru memperkecil ketertinggalan lewat Bremer dalam situasi ricuh di kotak penalti, memperlihatkan semangat juang meski kalah jumlah pemain. Vinicius Junior berpeluang menyamakan skor lewat beberapa peluang emas, tetapi gagal memaksimalkan kesempatan tersebut hingga peluit akhir.
Statistik dan Fakta Menarik
Mbappe kini mencatat 56 gol bagi timnas Prancis, hanya terpaut satu gol dari rekor tertinggi Olivier Giroud sebanyak 57 gol. Dalam laga ini, Mbappe unggul dalam jumlah tembakan (3), total sentuhan di dalam kotak penalti (9), dan nilai expected goals (0,64 xG).
Sementara itu, Brasil unggul dalam jumlah tembakan dengan 17 kali percobaan dibandingkan 7 oleh Prancis, serta memiliki angka expected goals sebesar 2,24 berbanding 1,29. Namun, efektifitas penyelesaian akhir tim Samba menurun dengan hanya empat tembakan yang tepat sasaran.
Jadwal Selanjutnya
Prancis akan melanjutkan perjuangannya di Grup I dengan menghadapi Norwegia pada 26 Juni mendatang. Hasil positif ini memberi sinyal kesiapan Les Bleus untuk menggempur kompetisi selanjutnya dengan modal kepercayaan diri tinggi.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa kemampuan Prancis tidak hanya bertumpu pada pemain inti, tetapi juga kekuatan kolektif meski dalam kondisi minoritas pemain. Tim asuhan Didier Deschamps terus menunjukkan potensi besar mereka dalam mengejar gelar juara dunia.





