Manchester United memilih Bryan Robson untuk menyampaikan peringatan keras kepada pemain muda karena klub menilai pesan soal keuangan lebih efektif jika datang dari sosok yang mereka hormati. Robson, legenda Setan Merah dan mantan kapten Inggris, juga punya pengalaman pribadi setelah menjadi korban beberapa masalah investasi yang membuatnya sadar betapa rentannya pesepak bola menjadi sasaran.
Robson mengatakan pemain yang baru meneken kontrak profesional langsung berubah menjadi target. Ia menilai para penipu, agen nakal, dan pihak oportunis sering memanfaatkan rasa percaya diri serta kurangnya pengalaman pemain muda.
Mengapa Robson dipilih MU
Manchester United melihat Robson sebagai figur yang tepat karena ia bukan hanya legenda klub, tetapi juga tetap dekat dengan lingkungan tim utama. Menurut artikel referensi, manajer Michael Carrick masih sering mengundangnya untuk menyaksikan latihan tim utama, sehingga pesannya dinilai lebih mudah diterima para pemain muda.
Robson kemudian menghubungi Simon Andrews, eks pemain United yang beralih menjadi penasihat keuangan, untuk membantu misi edukasi ini. Keduanya membentuk Xentum Sport dengan fokus memberi pemahaman soal risiko keuangan kepada pemain sepak bola.
Masalah yang dihadapi pemain muda
- Biaya tersembunyi dalam kontrak dari agen.
- Pajak atas fasilitas seperti rumah klub dan layanan kesehatan.
- Skema pembiayaan mobil yang terlalu mahal.
- Dorongan membeli barang mewah, termasuk jam tangan dan properti di luar kemampuan.
Robson menegaskan banyak pemain muda merasa malu saat tertipu dan memilih diam. Ia menilai sikap itu bisa memicu spiral masalah keuangan karena mereka terus mengejar uang yang sudah hilang.
Dalam pertemuan dengan tim muda MU, tim wanita, dan staf welfare, terungkap kasus nyata yang menggambarkan masalah tersebut. Salah satu pemain berusia 20 tahun memiliki tabungan £150.000, tetapi sempat mengira dana itu cukup untuk membeli rumah senilai £3,5 juta tanpa memahami kebutuhan hipotek dan bea meterai.
Dampak pengalaman pribadi Robson
Robson mengaku sempat kehilangan £250.000 dalam investasi hotel palsu di Whistler, Kanada. Ia juga kehilangan £550.000 ke HMRC lewat skema investasi film yang dijanjikan memberi keringanan pajak.
Pengalaman itu membuatnya merasa perlu bertindak. Ia mengatakan sejak kontrak profesional pertama ditandatangani, pemain sepak bola langsung menjadi sasaran empuk bagi pihak yang ingin mengambil keuntungan.
Fokus pada edukasi, bukan mengatur pengeluaran
Robson menekankan bahwa pihaknya tidak mengatur cara pemain membelanjakan uang. Namun, ia ingin mereka punya rencana yang jelas, paham batas kemampuan, dan tahu cara menghindari jebakan finansial.
Ia juga menilai banyak pemain terlalu percaya diri dan enggan terbuka ketika merasa dirugikan. Menurutnya, pendidikan keuangan bisa mencegah masalah yang lebih besar, termasuk kondisi mental yang memburuk akibat kerugian berulang.
Catatan yang disorot Robson
- Pemain muda sering mengira penghasilan besar akan bertahan selamanya.
- Banyak keluarga tidak punya pengetahuan finansial yang cukup untuk menjadi penasihat.
- Tekanan gaya hidup bisa mendorong pemain berutang secara berlebihan.
- Keputusan yang buruk sejak awal kontrak bisa berdampak panjang saat karier menurun.
Robson juga mendapat dukungan dari mantan bek MU dan Roma, Chris Smalling, yang ikut membantu memperluas jangkauan program ke cabang olahraga lain. Langkah itu membuat pesan pencegahan ini tidak hanya menyasar pemain sepak bola, tetapi juga atlet dari disiplin berbeda.
Di Manchester United, upaya ini menjadi bagian dari perlindungan bagi pemain muda yang mulai memasuki dunia profesional. Klub berharap peringatan dari Robson bisa membuat mereka lebih waspada saat berhadapan dengan agen, pengelola uang, dan berbagai tawaran yang terlihat menggiurkan.
