Joao Pedro menilai lini depan Brazil hanya membutuhkan waktu agar kembali tajam setelah sempat kesulitan mencetak gol. Penyerang Chelsea itu menyebut para pemain depan Selecao masih dalam proses saling memahami, terutama karena banyak dari mereka tampil di klub dan liga yang berbeda.
Brazil memang belum tampil konsisten dalam beberapa laga terakhir dan hanya meraih satu kemenangan dari empat pertandingan terakhir. Dalam rentang itu, Selecao mencetak enam gol, tetapi hanya tiga di antaranya lahir dari pemain yang beroperasi di lini serang, situasi yang membuat Carlo Ancelotti ikut mendapat sorotan karena tidak memainkan Neymar, pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional itu.
Brazil belum sepenuhnya padu di lini depan
Joao Pedro akan mendapat kesempatan tampil sejak awal saat Brazil menghadapi Kroasia pada laga uji coba kedua di jeda internasional Maret. Kesempatan itu datang setelah Raphinha mengalami cedera saat melawan France, dalam laga yang dimenangi France dengan skor 2-1 di Gillette Stadium, Boston.
Pemain muda Chelsea, Estevao, sebelumnya mencetak gol saat melawan Senegal dan mengeksekusi penalti ketika menghadapi Tunisia. Sementara itu, Gabriel Martinelli dari Arsenal ikut mencatatkan nama di papan skor saat Brazil kalah dari Japan.
Joao Pedro menilai kondisi ini masih wajar karena para penyerang Brazil jarang punya waktu latihan bersama dalam durasi panjang. Ia menekankan bahwa adaptasi di tim nasional tidak semudah di klub, karena ritme dan cara kerja yang berbeda menuntut penyesuaian cepat.
Kutipan Joao Pedro soal proses adaptasi
Menurut Joao Pedro, chemistry akan tumbuh seiring bertambahnya waktu latihan bersama. Ia mengatakan kepada ESPN Brasil bahwa para pemain terus belajar memahami cara main satu sama lain, sehingga aliran serangan Brazil diharapkan makin lancar.
- Para pemain Brazil datang dari klub dan liga yang berbeda.
- Waktu latihan bersama tim nasional lebih singkat dibanding di klub.
- Adaptasi cepat dibutuhkan agar pola serangan lebih efektif.
- Joao Pedro percaya kombinasi itu akan membaik dalam waktu dekat.
Ia menegaskan bahwa pembiasaan menjadi faktor penting agar serangan Brazil tidak lagi mudah buntu di momen akhir. “Dengan lebih banyak waktu latihan, semuanya mulai berjalan lebih mulus,” ujar Joao Pedro, seraya yakin bahwa “things will start to click” dalam waktu dekat.
Tekanan menuju Piala Dunia ikut memengaruhi skuad Brazil
Brazil akan tampil di Grup C Piala Dunia bersama Morocco, Scotland, dan Haiti, dengan target merebut gelar yang terakhir kali mereka raih pada 2002. Joao Pedro menilai penantian panjang itu ikut menambah beban psikologis bagi generasi penyerang saat ini, meski kualitas mereka tetap tinggi.
Ia menyebut Brazil masih memiliki pemain kelas atas seperti Vinicius Junior di Real Madrid, Raphinha di Barcelona, Estevao dan dirinya di Chelsea, serta Andrey Santos. Menurutnya, deretan pemain itu membuktikan Brazil tetap punya materi menyerang yang kuat untuk bersaing di level tertinggi.
Joao Pedro juga membandingkan generasi sekarang dengan era ketika Brazil memiliki Ronaldo, Ronaldinho, dan Romario. Namun ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan soal kualitas individu, melainkan ekspektasi besar yang terus menempel pada tim nasional karena terlalu lama tidak juara dunia.
