
Hansi Flick menanggapi tenang reaksi emosional Lamine Yamal setelah Barcelona menang 2-1 atas Atletico Madrid di Stadion Metropolitano. Sang pelatih menilai frustrasi winger muda itu wajar karena Yamal tampil sangat aktif, tetapi gagal mencatat gol maupun assist.
Barcelona kini unggul tujuh poin di puncak klasemen LaLiga setelah Robert Lewandowski mencetak gol kemenangan pada menit ke-87. Keunggulan itu makin bernilai karena Real Madrid lebih dulu kalah 1-2 dari Mallorca pada laga lain di hari yang sama.
Reaksi Yamal jadi sorotan
Yamal terlihat kesal saat laga berakhir dan tidak ikut merayakan gol Lewandowski bersama rekan setimnya. Ia juga menolak pelukan Flick ketika peluit panjang berbunyi, sehingga momen itu langsung menarik perhatian publik.
Flick mengatakan kepada DAZN bahwa Yamal sudah bekerja keras sepanjang pertandingan. “Lamine mencoba segalanya: ia menggiring bola, menyerang, tetapi tidak mencetak gol. Ia sedikit kecewa,” ujar Flick.
Pelatih asal Jerman itu menambahkan bahwa kondisi tersebut masih wajar dalam sepak bola. Ia menekankan bahwa rasa emosional seperti itu muncul karena tim tidak tampil maksimal sepanjang laga.
Flick nilai situasi sudah beres
Flick menyebut ia dan para pemain sudah membicarakan situasi itu di ruang ganti. Menurutnya, semua pihak sudah tenang dan tidak ada masalah lanjutan setelah pertandingan selesai.
Ia juga menilai pertandingan memang berjalan penuh tekanan. Karena itu, Flick tidak melihat reaksi Yamal sebagai persoalan besar dan memilih fokus pada hasil akhir tim.
Kontribusi besar Yamal meski tanpa gol
Secara statistik, Yamal menjadi salah satu pemain paling aktif di lapangan. Ia mencatat 103 sentuhan, tujuh tembakan, 14 sentuhan di kotak penalti, dan lima peluang tercipta untuk rekan setimnya.
Salah satu peluang terbaiknya hadir saat ia melewati lawan dengan aksi tipuan yang rapi sebelum mengirim umpan tumit luar kaki kepada Fermin Lopez. Namun, peluang tersebut gagal berbuah gol.
Momen penting yang memengaruhi laga
Barcelona juga mendapat keuntungan dari dua keputusan besar wasit Mateo Busquets Ferrer. Nicolás Gonzalez dari Atletico mendapat kartu merah menjelang akhir babak pertama setelah melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir kepada Yamal.
Pada awal babak kedua, kartu merah untuk Gerard Martin dibatalkan setelah tinjauan VAR. Meski tayangan ulang menunjukkan kontak pada kaki Thiago Almada, wasit memutuskan Martin lebih dulu menyentuh bola.
Flick mendukung keputusan itu setelah melihat langsung kejadian di lapangan. Dani Olmo juga menyampaikan pandangan serupa dan menilai kartu merah untuk Martin akan terlalu berat jika melihat urutan kontak yang terjadi.
Catatan pertandingan Barcelona vs Atletico
- Barcelona menang 2-1 lewat gol Robert Lewandowski pada menit ke-87.
- Atletico kehilangan Nicolás Gonzalez karena kartu merah di babak pertama.
- Kartu merah Gerard Martin dibatalkan setelah VAR meninjau ulang insiden.
- Yamal menjadi pemain paling aktif dalam serangan Barcelona, tetapi tanpa gol atau assist.
- Barcelona dan Atletico akan bertemu lagi pada leg pertama perempat final Liga Champions di Camp Nou pada Rabu.
Barcelona dan Atletico kini bersiap untuk duel berikutnya di Liga Champions, yang akan kembali mempertemukan dua tim kuat dalam jadwal yang padat. Bagi Flick, fokus utama tetap menjaga ritme tim sambil mengelola emosi pemain muda seperti Yamal yang ingin selalu memberi dampak langsung di setiap pertandingan.





