Laga-laga perempat final Liga Champions kali ini memunculkan banyak prediksi berbeda, dan Arsenal serta Liverpool mendapat peringatan keras dari sejumlah jurnalis yang menilai jalan mereka ke empat besar tidak mudah. Dari empat duel yang tersaji, sorotan terbesar tertuju pada bentrok Real Madrid kontra Bayern Munich serta dua wakil Inggris yang harus menghadapi lawan dengan reputasi tinggi.
Arsenal akan menghadapi Sporting Lisbon, sementara Liverpool bertemu Paris Saint-Germain dalam laga yang disebut sebagai ujian berat bagi tim Premier League. Di sisi lain, Barcelona melawan Atletico Madrid dalam duel sesama Spanyol, sedangkan Madrid dan Bayern membawa total 21 trofi juara Eropa ke pertarungan paling glamor di babak ini.
Arsenal dapat tekanan meski unggul pengalaman Eropa
Arsenal datang ke fase ini dengan catatan Eropa yang kuat, karena mereka hanya gagal menang satu kali di kompetisi kontinental musim ini. Namun, performa domestik yang menurun membuat banyak pihak mulai meragukan konsistensi tim Mikel Arteta saat tekanan meningkat.
Sejumlah penilai tetap melihat Arsenal punya kualitas untuk menyingkirkan Sporting, tetapi mereka juga mengingatkan bahwa duel ini bisa berubah menjadi kejutan jika The Gunners tidak segera memperbaiki stabilitas permainan. Sporting sendiri dinilai sebagai tim yang berbahaya karena mampu memanfaatkan celah ketika lawan mulai goyah.
Liverpool diperingatkan soal PSG
Liverpool menjadi tim Inggris lain yang disorot tajam karena harus menghadapi PSG, juara bertahan yang tengah berada dalam performa lebih meyakinkan. Beberapa analis menilai kondisi Liverpool tidak setangguh musim-musim sebelumnya dan menyebut laga ini sebagai kesempatan PSG untuk kembali menunjukkan kekuatan lini serang mereka.
Kekalahan dari Manchester City di ajang piala dan penampilan yang naik turun membuat Liverpool dipandang sebagai underdog dalam duel dua leg ini. PSG disebut memiliki momentum, kecepatan, dan kedalaman serangan yang bisa menyulitkan pertahanan Liverpool jika tidak tampil rapat sejak awal.
Duel elite Eropa di Madrid
Pertemuan Real Madrid kontra Bayern Munich disebut sebagai laga paling berat di babak delapan besar karena kedua klub punya sejarah besar di Eropa. Real membawa tradisi kuat di Liga Champions, sementara Bayern datang dengan ambisi besar dan modal sebagai tim yang tetap konsisten di level tertinggi.
Harry Kane menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan jelang laga ini, terutama karena ketajamannya dianggap bisa menentukan hasil. Namun, Real Madrid juga dinilai memiliki kemampuan khusus untuk bertahan dan menang di fase gugur meski situasinya tidak selalu ideal.
Prediksi empat besar dari para analis
Berikut rangkuman prediksi semifinalis dari sejumlah penulis yang menyoroti empat duel tersebut:
| Analis | Prediksi semifinalis |
|---|---|
| Sam Meade | Bayern Munich, Sporting, Barcelona, Paris Saint-Germain |
| Andy Dunn | Bayern Munich, Sporting, Barcelona, Paris Saint-Germain |
| Ben Husband | Arsenal, PSG, Bayern Munich, Barcelona |
| John Cross | Arsenal, PSG, Bayern Munich, Barcelona |
| Alex Richards | Liverpool, Arsenal, Atletico Madrid, Real Madrid |
Dari deretan prediksi itu terlihat pola yang sama, yaitu PSG lebih sering dijagokan untuk menyingkirkan Liverpool, sementara Bayern kerap disebut punya peluang besar menahan Real Madrid. Arsenal juga masih dibagi dua pandangan, antara yang menilai mereka cukup kuat dan yang memperkirakan Sporting bisa membuat kejutan.
Barcelona dan Atletico menambah panas persaingan
Barcelona dan Atletico Madrid melengkapi daftar laga besar dengan nuansa yang sangat taktis. Barcelona memang sempat tampil baik di fase sebelumnya, tetapi Atletico juga dikenal sulit ditembus saat bermain dalam format dua leg yang penuh strategi.
Duel ini berpotensi menjadi penentu jalur semifinal, terutama karena pemenangnya bisa bertemu tim besar lain yang sudah menunggu di fase berikutnya. Dengan semua mata tertuju pada Inggris, Spanyol, Jerman, dan Prancis, babak perempat final Liga Champions kali ini diprediksi berjalan ketat sejak leg pertama.
