Tiga Pelajaran Penting dari Kemenangan Fulham atas Spurs di Liga Inggris

Tottenham Hotspur kembali mengalami kekalahan di hadapan pendukungnya setelah takluk 1-2 dari Fulham di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu lalu. Kekalahan ini menambah tekanan pada manajer Thomas Frank, khususnya terkait performa buruk Spurs di laga kandang yang terus berlanjut.

Fulham langsung unggul cepat pada menit ke-4 berkat gol bunuh diri akibat sundulan Kenny Tete yang meleset, memaksa kiper Guglielmo Vicario gagal mengantisipasi bola. Namun, kesalahan fatal kiper tersebut juga tercatat saat ia keliru menguasai bola sehingga Harry Wilson mampu mencetak gol kedua untuk Fulham. Meski Mohammed Kudus membalas gol untuk Spurs, tuan rumah tetap harus mengakui keunggulan tamu.

1. Emergensi Positif Lucas Bergvall di Tengah Kesulitan
Di tengah kekecewaan tim, performa Lucas Bergvall menjadi sorotan positif. Pemain muda berusia 19 tahun tersebut menunjukkan kemampuan luar biasa dengan tingkat akurasi umpan hingga 97% selama 45 menit di lapangan. Bergvall juga memberikan assist krusial untuk gol yang dicetak Kudus dan bekerja keras memenangkan duel serta merebut bola di lini tengah. Kiprah pemain muda ini memberi harapan baru bagi Spurs yang tengah berjuang mencari solusi produktivitas.

2. Masalah Serius di Lini Tengah dan Kebijakan Menyerang Tottenham
Tottenham kini tercatat mengalami kekalahan kandang hingga sepuluh kali dalam satu tahun kalender, sebuah rekor yang menyamai catatan terburuk klub. Kendati menguasai bola hingga 63%, tim hanya mencatat expected goals (xG) sebesar 0,86 dengan hanya dua tembakan yang tepat sasaran. Hal ini menunjukkan kesulitan serius dalam menciptakan peluang. Permainan cenderung konservatif dengan duet palang pintu Joao Palhinha dan Rodrigo Bentancur yang belum mampu memaksa tim naik lebih cepat saat menyerang. Thomas Frank harus berani mengambil risiko lebih banyak untuk memperbaiki performa tandang di laga berikut.

3. Fulham Mulai Bangkit dan Menunjukkan Taji
Fulham sempat berada di zona merah sebelum kompetisi berjalan, tapi dua kemenangan beruntun membawa mereka naik ke posisi 15 klasemen, hanya terpaut satu poin dari Spurs. Sang pelatih Marco Silva tetap membuka peluang perbaikan skuad pada bursa transfer Januari, meskipun situasi keuangan terkait kontrak Silva yang segera berakhir membuat langkah besar diragukan. Tim London Barat ini diperkirakan masih akan bertahan aman dan mampu menghindari ancaman degradasi jika tren positif berlanjut.

Kekalahan ini menegaskan bahwa Spurs tengah menghadapi tantangan besar dalam upaya bangkit di laga kandang. Sementara itu, Fulham menunjukkan momentum positif yang bisa mereka manfaatkan untuk konsistensi musim ini. Perubahan strategi dan penguatan lini tengah mungkin menjadi kunci bagi Thomas Frank agar Tottenham bisa memperbaiki hasil di masa mendatang.

Exit mobile version