Arsenal kembali menunjukkan tren kebiasaan kebobolan gol telat dalam pertandingan mereka. Namun, Mikel Arteta menegaskan bahwa masalah ini bukan terletak pada lini pertahanan, melainkan pada lini serang yang kurang tajam.
Menurut Arteta, Arsenal seharusnya sudah memimpin dengan selisih lebih besar sebelum memasuki menit-menit akhir pertandingan. "Margin kemenangan seharusnya jauh lebih lebar," ujar Arteta usai laga melawan Crystal Palace di Carabao Cup yang berakhir dengan adu penalti.
Masalah Arsenal Lebih pada Produktivitas Gol
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Arsenal kesulitan mencetak gol tanpa bantuan penalti atau gol lawan. Sejak menit ke-60 pertandingan melawan Club Brugge, pemain Arsenal belum mampu mencetak gol non-penalti dalam lebih dari 300 menit pertandingan.
Berdasarkan data, Arsenal berpeluang mencetak setidaknya enam gol dalam tiga laga terakhir, tetapi gagal memanfaatkan peluang tersebut. Arteta dan tim telah mencoba memperkuat lini serang dengan mendatangkan beberapa pemain baru seperti Viktor Gyokeres, Noni Madueke, dan Eberechi Eze.
Kebobolan Gol Telat Terkait Kelemahan Menyerang
Kiper Kepa Arrizabalaga mengakui bahwa Arsenal terlalu sering kebobolan gol di menit-menit terakhir pertandingan. Namun, Arteta melihat bahwa hal ini terjadi karena Arsenal gagal menambah keunggulan sehingga lawan mendapat peluang untuk bangkit.
Cara bermain Arsenal yang cenderung menahan keunggulan tipis memaksa mereka menghadapi tekanan hingga akhir pertandingan. Contoh terbaru terjadi di laga melawan Crystal Palace, di mana Arsenal unggul hanya 1-0 memasuki waktu tambahan sebelum akhirnya imbang dan menang lewat adu penalti.
Upaya Menangani Tren Negatif
Arsenal memang secara teknis memiliki kedalaman skuad dan kemampuan manajemen pertandingan yang baik. Namun, Arteta menyadari bahwa tim harus lebih agresif untuk mencetak gol kedua agar tidak memberi ruang bagi lawan.
Beberapa catatan penting terkait masalah ini adalah:
- Arsenal sering unggul hanya 1-0 menjelang menit terakhir laga.
- Sebagian gol yang didapat berasal dari penalti atau gol bunuh diri lawan.
- Dalam bulan Desember sebelumnya, Arsenal sempat mengalami penurunan performa menyerang yang serupa.
- Kegagalan mencetak gol kedua kerap memunculkan potretn situasi rentan kebobolan gol akhir.
Arsenal perlu meningkatkan efektivitas serangan untuk memastikan kemenangan tidak terganggu hingga peluit akhir. Memperbaiki finishing dan memanfaatkan peluang harus menjadi fokus dalam latihan dan strategi ke depan.
Kondisi ini penting mengingat jadwal padat pada bulan Januari akan menguji konsistensi tim secara keseluruhan. Pemain dan pelatih harus menjaga momentum agar Arsenal tidak kehilangan poin berharga karena kesalahan dalam menyerang.
