
Nigeria sukses menutup babak penyisihan Grup C dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Uganda. Penampilan gemilang Raphael Onyedika yang mencetak dua gol menjadi kunci keberhasilan Super Eagles meraih hasil sempurna di fase grup.
Pelatih Nigeria, Eric Chelle, melakukan delapan pergantian pemain dari skuad yang sebelumnya mengalahkan Tunisia. Meskipun banyak pemain baru, kekuatan tim tetap dominan sejak awal pertandingan dengan beberapa peluang emas tercipta.
Victor Osimhen tampil menonjol dan membuka peluang bagi Paul Onuachu yang berhasil mencetak gol pertama sekaligus gol internasional keempatnya. Kiper Uganda, Denis Onyango, yang berusia 40 tahun, sempat menggagalkan beberapa serangan tapi tak bisa menghentikan Onuachu pada gol tersebut.
Di babak pertama, Uganda tidak berhasil melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Statistik menunjukkan pertandingan ini melebihi 2,5 gol, hal yang jarang terjadi dalam 14 pertandingan terakhir Uganda. Hal ini menunjukkan betapa dominannya Nigeria sepanjang laga.
Pada paruh kedua, situasi makin berat bagi Uganda setelah kiper pengganti Salim Magoola mendapatkan kartu merah akibat pelanggaran di luar kotak penalti. Akibatnya, Nafian Alionzi harus masuk sebagai penjaga gawang ketiga tim.
Memanfaatkan peluang tersebut, Onyedika berhasil menggandakan keunggulan dengan memanfaatkan umpan Samuel Chukwueze. Kemudian, duet Onyedika dan Chukwueze kembali bekerja sama menghasilkan gol ketiga Nigeria, yang memperlebar jarak dan memastikan kemenangan timnya.
Uganda akhirnya memperkecil kekalahan lewat gol indah Rogers Mato yang mencungkil bola melewati penjaga gawang Nigeria, Francis Uzoho. Namun, hasil ini tetap membuat Uganda finis di posisi terbawah Grup C dengan selisih delapan poin dari Nigeria.
Statistik kunci pertandingan meliputi:
1. Gol: Paul Onuachu (1), Raphael Onyedika (2) untuk Nigeria; Rogers Mato (1) untuk Uganda.
2. Kartu Merah: Salim Magoola (Uganda).
3. Penguasaan bola didominasi Nigeria, yang menciptakan banyak peluang.
4. Uganda tidak melepaskan tembakan on target di babak pertama.
Samuel Chukwueze terpilih sebagai Pemain Terbaik (Man of the Match) berkat kontribusi assist dan permainan kreatifnya. Kemenangan tanpa cela ini semakin menegaskan posisi Nigeria sebagai favorit kuat jelang babak gugur.





