Manchester United Tersingkir dari Daftar Klub Terkaya, Disalip Rival Sengit EPL

Manchester United resmi turun dari posisi lima besar dalam daftar klub sepak bola terkaya, akibat musim kompetisi yang dipersingkat tanpa keikutsertaan di ajang Eropa. Penurunan ini menambah tantangan serius di era kepemilikan Ineos di Old Trafford saat ini.

Dalam 29 tahun terakhir, Deloitte selalu mencatat Manchester United sebagai salah satu klub terkaya di dunia berkat prestasi dan basis penggemar globalnya. Namun, saat ini mereka harus tersingkir ke posisi kedelapan, dengan jarak pendapatan lebih dari £300 juta dari pemuncak klasemen Real Madrid.

Real Madrid kembali menduduki posisi teratas dengan total pendapatan mencapai £1,01 miliar, menegaskan dominasi mereka selama dua tahun berturut-turut. Sebaliknya, pendapatan Manchester United sebesar £692 juta tampak jauh tertinggal, terutama karena pengurangan signifikan dari pendapatan hari pertandingan.

Pengeluaran gaji pemain Real Madrid juga jauh lebih besar, mencapai £446 juta, dibandingkan dengan United yang mengeluarkan £353 juta. Meski demikian, pendapatan komersial United tetap kuat sebesar £346 juta, menandakan daya tarik global mereka masih terjaga.

Menurut Tim Bridge dari Deloitte, penurunan finansial United tidak harus berlangsung lama jika klub mampu memaksimalkan brand globalnya. Tantangannya kini adalah mengembangkan fasilitas yang sesuai dan memperbaharui cara berinteraksi dengan basis penggemar.

Enam klub Premier League masuk dalam sepuluh besar daftar terkaya, dengan Liverpool memimpin dari Liga Inggris dengan pendapatan £729 juta berkat status juara liga. Manchester United tertinggal dari rival EPL lain seperti Liverpool dan Manchester City, yang masing-masing mengantongi £723 juta.

Berikut daftar pendapatan klub Premier League teratas dalam daftar Deloitte:
1. Liverpool – £729 juta
2. Manchester City – £723 juta
3. Manchester United – £692 juta
4. Tottenham Hotspur – £587 juta
5. Chelsea – £510 juta

Chelsea menghadapi tantangan lain dengan pendapatan hari pertandingan hanya sekitar £90 juta, akibat kapasitas stadion Stamford Bridge yang lebih kecil dibanding klub lain. Pendapatan komersial mereka pun hanya £209 juta, sebagian dipengaruhi oleh tidak adanya sponsor utama pada jersey tim musim ini.

Di sisi pengeluaran gaji pemain, Paris Saint-Germain menjadi yang tertinggi di antara klub Eropa, dengan angka fantastis £475 juta, meskipun pendapatan total mereka hanya sekitar £730 juta.

Penurunan posisi Manchester United dalam daftar ini memberi sinyal penting bahwa klub perlu berinovasi dan berinvestasi untuk mengembalikan daya saing finansial dan prestasi di lapangan. Fokus pada peningkatan fasilitas dan pengalaman penggemar menjadi kunci untuk memanfaatkan kekuatan merek dan basis pendukung global mereka secara maksimal.

Berita Terkait

Back to top button