RB Leipzig harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat menjamu St. Pauli di Millerntor Stadium dalam lanjutan Bundesliga. Gol penalti di menit ke-93 berhasil menyelamatkan St. Pauli dari kekalahan dan membuat mereka tetap tanpa kemenangan melawan tim-tim papan atas.
Sejak awal pertandingan, RB Leipzig yang mengejar posisi zona Eropa tampil agresif. Xaver Schlager hampir membuka skor lebih awal, namun tendangannya dari luar kotak penalti menghantam tiang gawang. Schlager kembali berbahaya setelahnya, tetapi upayanya berhasil dihalau oleh pertahanan tuan rumah.
St. Pauli justru memiliki peluang emas pertama melalui Ricky-Jade Jones yang beberapa kali lolos ke area berbahaya. Namun, usahanya gagal berbuah gol karena penyelamatan tegas dari bek Leipzig, Willi Orbán, dan ketidaktepatan tendangan yang hanya mengenai sisi jaring.
Menjelang turun minum, tekanan tuan rumah semakin intens dengan Antonio Nusa dan David Raum yang beberapa kali menguji penjaga gawang RB Leipzig, Nikola Vasilj. Namun, rapatnya pertahanan Leipzig membuat keadaan tetap imbang 0-0.
Di babak kedua, intensitas permainan sempat mengalami penurunan. Rômulo Cardoso dari St. Pauli hampir mencetak gol di menit ke-55, namun tendangannya meleset tipis. Kondisi berubah ketika Leipzig akhirnya memecah kebuntuan lewat tendangan Yan Diomande memanfaatkan bola muntah dari sepak pojok.
Gol Diomande yang sempat membentur pemain bertahan St. Pauli membawa Leipzig unggul 1-0. Pelatih Alexander Blessin mencoba melakukan tiga pergantian pemain untuk mencari gol penyama, namun peluang sulit didapat hingga pertandingan memasuki masa tambahan.
Keberuntungan berpihak kepada St. Pauli saat David Raum tergelincir di dalam kotak penalti dan secara tak sengaja menjatuhkan Martijn Kaars. Wasit menunjuk titik putih, dan Kaars tanpa ragu mengeksekusi penalti di menit ke-93, mengamankan satu poin berharga bagi timnya.
Dengan hasil ini, St. Pauli masih belum pernah menang melawan tim-tim papan atas Bundesliga, namun berhasil menahan imbang Leipzig yang berusaha menjauh di papan klasemen. Yan Diomande mendapat predikat Man of the Match berkat penampilan gemilangnya yang membawa Leipzig unggul lebih dulu.
Berikut rincian kunci pertandingan:
1. Leipzig menguasai permainan sejak menit awal dengan beberapa peluang emas.
2. St. Pauli mampu menahan gempuran dan mencetak gol penalti di detik-detik akhir.
3. Yan Diomande memberi keunggulan sementara Leipzig lewat aksi individu.
4. Martijn Kaars menjadi pahlawan St. Pauli dengan penalti penyama kedudukan.
Pertandingan ini menunjukkan betapa sulitnya RB Leipzig membobol pertahanan St. Pauli meski secara posisi dan kualitas pemain lebih diunggulkan. Penalti terakhir menjadi tamparan bagi Leipzig yang harus menunda upaya memperlebar jarak dengan rival di zona Eropa.
