Raphinha menyampaikan pendapatnya mengenai Ballon d’Or yang diumumkan pada September lalu. Ia mengaku kecewa karena tidak masuk dalam tiga besar kandidat penghargaan bergengsi tersebut.
Pemain asal Brasil ini menegaskan bahwa berdasarkan statistik dan gelar yang diraihnya, seharusnya ia layak memenangkan Ballon d’Or. Raphinha berkata, “Saya menempatkan diri saya di peringkat pertama. Penghargaan individu tidak boleh didasarkan hanya pada satu kompetisi saja.”
Performa Gemilang Sepanjang Musim
Raphinha tampil sangat konsisten sepanjang musim. Dalam 57 penampilan, ia mencetak 34 gol dan memberikan 26 assist, catatan tertinggi untuk kontribusi gol di antara pemain Eropa pada musim tersebut.
Data ini juga didukung oleh dua gelar Sofascore Player of the Season yang ia terima secara beruntun. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian performa dan rating objektif, bukan dari hasil voting popularitas.
Pengakuan Terhadap Pesaing
Meski merasa pantas menang, Raphinha tetap mengapresiasi rival-rivalnya. Ia menyebut pemain seperti Dembélé dan Lamine Yamal menjalani musim yang spektakuler.
Pengakuan tersebut menunjukkan sikap sportif dan kesadaran bahwa penghargaan individual juga dipengaruhi oleh penampilan para pesaing. Namun, ia tetap yakin bahwa kontribusinya sepanjang musim lebih unggul daripada yang lain.
Gelar Klub dan Statistik Mendukung
Selain statistik pribadi, Raphinha juga meraih beberapa gelar penting bersama klubnya. Kombinasi kesuksesan tim dan performa individu menjadi alasan utama ia merasa berhak atas Ballon d’Or.
Menurut pandangannya, penilaian terhadap pemain terbaik dunia harus memperhitungkan keseluruhan pencapaian dan kontribusi sepanjang musim, bukan hanya keberhasilan di satu ajang tertentu saja.
Dengan data objektif dan prestasi yang diraih, perdebatan soal pemenang Ballon d’Or tetap menjadi topik hangat dan menunjukkan bagaimana standar penilaian terhadap pemain top dunia terus berkembang.
