
Leicester City mendapat hukuman pengurangan enam poin setelah melanggar aturan profit dan keberlanjutan Liga Sepak Bola Inggris (EFL) untuk musim ini. Pengurangan poin tersebut membuat posisi Leicester turun ke peringkat ke-20 klasemen Championship, hanya unggul selisih gol dari zona degradasi.
Christian Fuchs, mantan pemain bertahan Leicester yang kini menjadi manajer Newport County, mengungkapkan rasa sakit hatinya melihat nasib klub lamanya. “Sangat berat melihat Leicester terjun ke pertempuran degradasi akibat pengurangan poin ini,” ujarnya kepada Daily Mail.
Fuchs juga menjelaskan hubungan emosionalnya dengan Leicester, meski saat ini fokus mengelola tim baru. “Saya tetap setia sebagai pendukung Leicester, dan saya hampir menonton semua pertandingan mereka sejak saya pergi,” tambah Fuchs.
Situasi Leicester ini bertolak belakang dengan kondisi Jamie Vardy, mantan penyerang andalan Leicester. Vardy sekarang bermain di Italia untuk Cremonese di Serie A dan telah mencetak lima gol pada usia 39 tahun.
Fuchs sempat berkelakar mengajak Vardy untuk kembali ke Inggris dan membantu Newport yang kini terpuruk di posisi kedua terbawah divisi keempat Liga Inggris. “Saya menawari Jamie untuk pindah dan membantu tim saya. Tentu saja, saya ditolak, tapi saya sudah menduga jawabannya,” kata Fuchs.
Berikut gambaran singkat situasi Leicester City dan kaitannya dengan Vardy menurut Fuchs:
1. Leicester dikurangi enam poin akibat pelanggaran aturan EFL.
2. Klub turun ke peringkat 20 dan berjuang di zona degradasi.
3. Fuchs merasa sakit hati melihat kemunduran Leicester.
4. Jamie Vardy yang masih produktif di Italia enggan kembali ke Inggris.
5. Fuchs ingin Vardy membantu Newport, tapi ajakan tersebut ditolak.
Fuchs terus mengikuti perkembangan Leicester meskipun sudah tidak bermain di Liga Primer Inggris. Ia berharap kondisi Leicester bisa membaik meskipun harus menghadapi tantangan berat akibat hukuman pengurangan poin ini. Meanwhile, Vardy tetap melanjutkan kariernya di Serie A, menunjukkan bahwa meski usia tidak muda lagi, ia masih mampu bersaing di level kompetitif.





