
FIFA kini memantau dengan ketat kerusuhan yang terjadi di Meksiko, khususnya di wilayah Jalisco, menjelang Piala Dunia yang akan berlangsung pada Juni mendatang. Kerusuhan ini bermula setelah kematian Nemesio Cervantes, pemimpin kartel narkoba Jalisco New Generation Cartel (CJNG), yang memicu gelombang kekerasan dan kekacauan di Guadalajara dan sekitarnya.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran serius mengenai keamanan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan menggelar empat pertandingan di Stadion Akron, Jalisco. Seorang pejabat senior FIFA menyatakan bahwa organisasi ini sangat terganggu oleh gambaran kekerasan yang tersebar di media internasional dan siap mempertimbangkan perubahan lokasi pertandingan jika jaminan keamanan tidak dapat dipenuhi segera.
Kerusuhan dan Dampaknya di Jalisco
Setelah kematian Nemesio Cervantes, anggota CJNG melakukan konfrontasi bersenjata dengan pasukan militer Meksiko. Aksi pembakaran kendaraan dan penutupan jalan menyebar luas, diikuti dengan kerusuhan di penjara Puerto Vallarta. Pemerintah daerah merespons dengan menghentikan layanan transportasi umum, menangguhkan kelas sekolah, dan membatalkan berbagai acara besar selama beberapa hari. Liga MX Femenil menunda pertandingan derby antara Guadalajara Chivas dan Mexico America di Stadion Akron sebagai langkah antisipasi.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, menyatakan semua pihak tengah berupaya mengembalikan ketertiban dan secara bertahap memulai kembali aktivitas normal di wilayah tersebut. Ia juga mengonfirmasi penambahan 2.000 tentara di Guadalajara untuk memperkuat pengamanan.
Ancaman Keamanan Terhadap Piala Dunia
Kerusuhan berdampak langsung pada perlindungan keselamatan pemain, ofisial, dan pengunjung yang datang untuk menyaksikan pertandingan di Jalisco. Para ahli mengingatkan bahwa dinamika dalam organisasi kriminal makin tidak dapat diprediksi menjelang Piala Dunia. Nathan Jones, pakar kartel narkoba Meksiko, menilai fragmen dan disintegrasi kekuatan kriminal bisa menjadi ancaman keamanan berkelanjutan hingga hari pertandingan berlangsung.
Ketidakpastian ini menimbulkan risiko bagi penyelenggaraan pertandingan dan bahkan fan festival yang telah dijanjikan akan digelar selama 39 hari di Guadalajara.
Respons dan Langkah FIFA
FIFA mengeluarkan pernyataan resmi untuk mendukung Meksiko dan menegaskan kepercayaan penuh terhadap tiga negara penyelenggara Piala Dunia, yaitu Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. FIFA berkomunikasi erat dengan pemerintah lokal dan nasional, serta telah meminta laporan lapangan dari tim di Meksiko untuk memantau situasi secara real time.
Menurut FIFA, perubahan venue hanya akan menjadi pilihan terakhir apabila keamanan benar-benar tidak terjamin dan bila pejabat keamanan serta mitra komersial menyuarakan keberatan serius. Jika perubahan venue terpaksa dilakukan, akan ada tantangan besar dalam pengaturan ulang logistik, perjalanan, tiket, dan pengamanan.
Langkah Pemerintah Meksiko dan Prediksi Keamanan
Gubernur Lemus menyatakan fokus pemerintah adalah mengembalikan situasi menjadi normal secepat mungkin. Pengiriman tambahan tentara dan penjaga nasional serta pembangunan pusat intelijen terbesar di Meksiko adalah bagian dari strategi keamanan ekstra yang kini sedang dipercepat. Pemerintah juga menargetkan untuk membuat Jalisco dengan sistem pengawasan video paling masif di negeri itu.
Para ahli memperkirakan gelombang kekerasan terkait pembalasan ini akan berlangsung sekitar tiga hingga empat hari. Namun, ketenangan yang berkelanjutan sangat bergantung pada keberhasilan kartel dalam menentukan pemimpin pengganti dan tindakan pemerintah dalam menekan faksi-faksi yang muncul.
Risiko Serangan pada Acara Piala Dunia
Sejumlah analis meyakini bahwa kartel narkoba tidak akan langsung menargetkan acara Piala Dunia secara terbuka. Kartel kini beroperasi layaknya korporasi besar dan melihat event internasional seperti kesempatan bisnis, terutama dengan meningkatnya jumlah turis dan aktivitas ekonomi. Mereka cenderung menjaga profil rendah saat turnamen berlangsung agar tidak memancing tindakan keras aparat keamanan atau merusak citra sebagai tuan rumah.
Namun, apabila konflik antara kartel dengan pemerintah meningkat tajam, potensi gangguan tetap ada. Para pengamat mengingatkan bahwa situasi dapat berubah secara cepat sesuai dinamika politik dan kriminal di lapangan.
FIFA dan pemerintah Meksiko terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan maksimal guna menjaga keamanan selama Piala Dunia berlangsung. Penyelenggaraan beberapa pertandingan uji coba dan play-off internasional dipersiapkan sebagai simulasi untuk mendeteksi dan mengatasi potensi kendala keamanan sebelum ajang sepak bola terbesar di dunia itu dimulai.





