
Chelsea menghadapi tekanan lebih setelah Pedro Neto menerima tuduhan baru dari Football Association (FA) menyusul kartu merahnya saat melawan Arsenal. Insiden ini menambah masalah disiplin yang tengah dialami tim asuhan Liam Rosenior.
Neto mendapat dua kartu kuning dalam beberapa menit kala Chelsea kalah 1-2 dari Arsenal akhir pekan lalu. Kartu kuning pertama diberikan akibat protes berlebihan, sedangkan yang kedua karena pelanggaran keras terhadap Gabriel Martinelli.
FA menyatakan bahwa Pedro Neto diduga melakukan tindakan tidak pantas dengan menunda meninggalkan lapangan dan/atau menggunakan kata-kata kasar kepada wasit. Neto harus memberikan jawaban atas tuduhan ini paling lambat Senin mendatang.
Kasus kartu merah Neto memperpanjang catatan buruk Chelsea yang telah mengumpulkan tujuh kartu merah di Liga Primer Inggris musim ini. Jumlah tersebut menyamai rekor buruk Burnley sebagai tim yang paling banyak menerima kartu merah.
Manajer Liam Rosenior mengakui bahwa masalah disiplin menjadi perhatian utama timnya. Rosenior menyatakan bahwa semua pihak harus bertanggung jawab, terutama dalam pengambilan keputusan saat pertandingan agar tidak merugikan tim.
“Ini bukan hanya soal hukuman, tetapi mencari akar permasalahannya. Fokus dan konsentrasi harus diperbaiki,” ujar Rosenior. Ia menambahkan bahwa hukuman saja tidak cukup tanpa perubahan sikap.
Chelsea akan bertanding di Piala FA pada Sabtu mendatang melawan Wrexham. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Rosenior dan timnya untuk bangkit dan memastikan tempat di babak perempat final.
Tuduhan terbaru terhadap Pedro Neto menambah risiko sanksi yang bisa memperpanjang absensinya. Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga semangat dan stabilitas skuad Chelsea ke depan.





