Strand Larsen Puas dengan Kemenangan Palace: Kita Berhasil Kuasai Laga dengan Baik

Jorgen Strand Larsen merasakan kegembiraan usai membantu Crystal Palace kembali meraih kemenangan dengan skor 3-1 atas Tottenham Hotspur pada pertandingan Selasa malam. Gol ketiganya untuk Palace hadir setelah bantuan cerdik dari Adam Wharton, menyusul penalti Ismaïla Sarr yang membatalkan gol pembuka Dominic Solanke.

Tottenham harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Micky van de Ven mendapat kartu merah. Sarr kemudian menambahkan satu gol lagi sebelum turun minum, memastikan kemenangan Eagles yang meningkatkan posisi mereka ke peringkat ke-13 di klasemen Premier League.

Dominasi Crystal Palace di babak pertama

Strand Larsen menilai timnya adalah yang lebih menguasai permainan di babak pertama. “Saya merasa kami adalah tim yang lebih baik di babak pertama,” ujarnya kepada TNT Sports. Meski Spurs mampu mencetak gol lebih dulu, ia menganggap gol itu datang secara tidak terduga.

Kartu merah yang diterima Tottenham menjadi titik balik dalam pertandingan. Strand Larsen yakin sejak momen itu, kemenangan sudah berada di tangan Crystal Palace. Timnya memainkan babak pertama dengan sangat baik dan berhasil menciptakan banyak peluang berbahaya.

Strategi menghadapi tekanan tuan rumah

Strand Larsen mengakui bermain di kandang lawan merupakan tantangan tersendiri. “Saya membayangkan sulit bagi mereka bermain di sini sekarang,” katanya. Namun, Palace menggunakan tekanan dari suporter lawan menjadi keuntungan dengan mengendalikan permainan sejak awal.

Ia menambahkan, “Kami bermain dengan sedikit provokasi untuk membuat penonton melawan kami.” Strategi ini efektif membuat tim lawan kehilangan ritme selama 30 menit pertama sehingga pertandingan berakhir di tangan mereka.

Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Crystal Palace untuk kembali bangkit di tengah ketatnya persaingan liga. Strand Larsen dan rekan-rekannya menunjukkan kemampuan mengendalikan pertandingan dan memanfaatkan situasi saat lawan bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.

Berita Terkait

Back to top button