
Joan Laporta kembali terpilih sebagai presiden Barcelona setelah mengalahkan Victor Font dalam pemilihan ketua klub yang berlangsung baru-baru ini. Dengan kemenangan ini, Laporta akan memimpin klub raksasa Catalan tersebut hingga lima tahun ke depan.
Laporta, yang sebelumnya juga memenangkan pemilihan pada tahun 2021, resmi akan menempati posisi ini kembali mulai Juli. Ia mengundurkan diri beberapa minggu sebelum pemilihan sebagai bagian dari proses pemilihan ulang.
Data Pemilihan dan Perolehan Suara
Sebanyak 42 persen anggota klub memberikan suara, dengan total 48.480 suara tercatat. Laporta meraih 68,47 persen dari suara yang telah dihitung, yakni 36.117 suara. Sementara Victor Font mendapatkan 29,52 persen suara. Dengan sisa suara sebanyak 12.363, keunggulan Laporta sudah tak terkejar.
Victor Font mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat kepada Laporta secara terbuka. Ia mengakui mereka merasa kecewa namun tetap menghormati hasil pemungutan suara.
Jejak Kepemimpinan Laporta di Barcelona
Pada masa kepemimpinan pertama antara 2003 hingga 2010, Laporta membawa Barcelona pada salah satu masa kejayaan terbaiknya. Klub sukses meraih treble bersama pelatih Pep Guardiola pada tahun 2009.
Setelah kemenangan melawan Sevilla 5-2, beberapa pemain inti dan pelatih Hansi Flick langsung menggunakan hak suaranya. Sergio Busquets, Aitana Bonmati, dan Xavi Hernandez juga hadir di tempat pemungutan suara. Tempat pemilihan disediakan di Camp Nou serta beberapa kota di Catalan seperti Girona, Tarragona, Lleida, dan juga di Andorra.
Strategi dan Sorotan Selama Masa Jabatan Laporta Saat Ini
Laporta menghadapi kondisi keuangan yang sulit saat menjabat. Ia mengambil langkah kontroversial dengan menjual hak siar televisi masa depan serta sebagian aset klub demi mendatangkan pemain seperti Robert Lewandowski dan Raphinha pada musim panas lalu.
Sepanjang masa kepemimpinannya, Barcelona meraih gelar LaLiga pada bulan Maret dan Mei serta berhasil mencapai semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sejak tahun 2019. Namun, Laporta juga sempat menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam proyek Liga Super Eropa yang akhirnya ditinggalkan klub pada awal tahun ini.
Di periode pertama, selain Ronaldinho datang dan Lionel Messi muncul sebagai bintang, Barcelona juga menjuarai Liga Champions dua kali pada 2006 dan 2009. Kini dengan masa jabatan baru ini, Laporta mendapat kepercayaan untuk membawa Barcelona kembali ke puncak kejayaan sepak bola dunia.





