
Paris Saint-Germain (PSG) kembali mempermalukan Chelsea dengan kemenangan telak 3-0 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge. Dengan agregat 8-2, PSG memastikan langkahnya ke perempat final setelah memperlihatkan dominasi penuh di lapangan.
Chelsea berusaha membalikkan defisit tiga gol dari leg pertama, namun derasnya serangan PSG segera memupus harapan tersebut. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, kesalahan lini belakang Chelsea dimanfaatkan Khvicha Kvaratskhelia untuk membuka skor.
Tidak lama berselang, Bradley Barcola menggandakan keunggulan PSG melalui serangan balik cepat. Gol-gol ini membuat Chelsea semakin tertekan dan kehilangan kendali pertandingan sejak babak pertama.
Meski Kvaratskhelia sempat mencetak gol lagi pada menit ke-30, wasit menganulirnya karena bantuan assist dari posisi offside. Chelsea pun mencoba memperbaiki permainan dengan beberapa peluang, tetapi kiper PSG, Matvei Safonov, tampil gemilang menggagalkan sejumlah tembakan berbahaya.
Di babak kedua, Chelsea meningkatkan tekanan dan melakukan pergantian pemain untuk mendongkrak performa. Namun, PSG malah menambah gol ketiga lewat aksi Senny Mayulu yang melesakkan bola ke sudut atas gawang. Gol ini mempertegas superioritas juara bertahan di laga tersebut.
Selain kemenangan, PSG juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka melawan tim asal Inggris menjadi enam pertandingan beruntun (lima menang dan satu imbang). Tim asal Paris ini kini melangkah mantap menuju perempat final dan bermimpi menjadi klub pertama sejak Real Madrid musim 2017/18 yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions.
Berikut beberapa poin penting pertandingan PSG vs Chelsea:
1. Skor akhir leg kedua: Chelsea 0-3 PSG
2. Agregat: Chelsea 2-8 PSG
3. Pemain terbaik: Khvicha Kvaratskhelia (PSG)
4. Rekor PSG melawan tim Inggris: 6 laga tak terkalahkan
5. Cedera Parah: Trevoh Chalobah meninggalkan lapangan dengan bantuan stretcher
PSG menunjukkan perlawanannya sebagai sang juara bertahan dengan performa impresif dan efisien. Chelsea harus kembali membenahi diri setelah menjalani rentetan hasil kurang memuaskan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.





