Marc Guehi meminta Inggris untuk tetap “bersatu” setelah gagal menang dalam laga-laga pada Maret, saat skuad asuhan Thomas Tuchel mulai mengalihkan fokus ke Piala Dunia. Bek Crystal Palace itu menilai respons tim jauh lebih penting daripada hasil mengecewakan di periode persiapan ini.
Inggris kalah 0-1 dari Jepang di Stadion Wembley setelah Kaoru Mitoma mencetak gol pada babak pertama. Sebelumnya, The Three Lions juga ditahan imbang Uruguay 1-1, dan dua laga itu menjadi pertandingan terakhir sebelum Tuchel memilih skuad untuk Piala Dunia.
Performa Inggris dinilai belum meyakinkan
Inggris tampil tumpul saat menghadapi Jepang, meski mencatat 19 percobaan tembakan. Dari jumlah itu, hanya empat yang mengarah ke gawang, sementara angka expected goals mereka hanya 0,9.
Tekanan dari pendukung juga terasa kuat setelah peluit akhir berbunyi, karena para pemain disambut siulan dari tribun Wembley. Kondisi itu membuat Guehi menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan solidaritas di dalam tim.
Pesan Guehi untuk skuad The Three Lions
Guehi mengatakan tim tidak bisa menutupi kenyataan bahwa hasil itu mengecewakan. Ia menegaskan bahwa target utama tetap tampil siap saat Piala Dunia dimulai.
- Tetap tenang di tengah tekanan.
- Saling mendukung antarpemain.
- Menjaga persatuan dalam tim.
- Fokus pada kesiapan menuju Piala Dunia.
“Tidak bisa menutup-nutupi ini,” ujar Guehi. “Tentu selalu mengecewakan.” Ia menambahkan bahwa Inggris semestinya belajar dari pengalaman sebelumnya ketika hasil di laga-laga terakhir jelang turnamen tidak selalu ideal, tetapi mereka tetap mampu tampil kuat di ajang utama.
Fokus beralih ke laga uji coba berikutnya
Guehi juga menyoroti pentingnya perspektif dalam menghadapi kritik setelah kekalahan. Menurutnya, skuad harus tetap tenang karena tekanan seperti ini memang bukan situasi yang mudah bagi tim nasional.
Inggris masih memiliki dua laga uji coba terakhir sebelum turnamen, yakni melawan Selandia Baru dan Kosta Rika pada Juni. Mereka kemudian akan memulai kampanye Piala Dunia dengan menghadapi Kroasia pada 17 Juni.
