
Data terbaru dari Footy Headlines menunjukkan pasar jersey untuk Piala Dunia mendatang didominasi tiga merek besar. Dari total 48 tim peserta, ada 13 merek jersey yang digunakan, sementara Adidas, Nike, dan Puma menguasai lebih dari 77% pangsa pasar.
Adidas menjadi pemasok terbanyak dengan 14 tim, disusul Nike dengan 12 tim dan Puma dengan 11 tim. Komposisi ini membuat tiga merek tersebut hampir sepenuhnya membentuk lanskap jersey turnamen, terutama setelah daftar lengkap peserta resmi terkunci usai babak play-off.
Adidas masih di posisi teratas
Adidas memimpin dengan suplai jersey untuk 14 tim, termasuk Meksiko, Argentina, dan Jerman. Jumlah itu menempatkan Adidas sebagai pemasok terbesar di turnamen ini dan menunjukkan kekuatan merek asal Jerman itu di panggung sepak bola dunia.
Nike berada sedikit di belakang dengan 12 tim, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, Australia, Brasil, Uruguay, Inggris, Prancis, Kroasia, Norwegia, Belanda, dan Turki. Puma menempati posisi ketiga dengan 11 tim, membuktikan persaingan di antara tiga raksasa apparel olahraga masih ketat.
Merek kecil tetap mendapat tempat
Selain tiga merek besar, ada 10 produsen kecil lain yang ikut meramaikan turnamen ini. Kelme menjadi satu-satunya merek kecil yang memasok lebih dari satu tim, yaitu Yordania dan Bosnia dan Herzegovina.
Daftar merek kecil lainnya adalah sebagai berikut:
- 7Saber: Uzbekistan
- Majid: Iran
- Marathon: Ekuador
- Kappa: Tunisia
- Tempo: Tanjung Verde
- Reebok: Panama
- Saeta: Haiti
- Jako: Irak
- Umbro: Republik Demokratik Kongo
Dominasi pasar makin jelas
Kondisi ini memperlihatkan betapa besar pengaruh Adidas, Nike, dan Puma dalam bisnis jersey internasional. Dengan lebih dari 77% tim memakai produk tiga merek tersebut, persaingan jersey di Piala Dunia kembali mempertegas dominasi brand global dalam sepak bola modern.
Footy Headlines mencatat bahwa setelah seluruh play-off selesai, daftar 48 tim sudah resmi terbentuk. Pada titik itu, struktur pasar jersey turnamen menjadi semakin jelas, dengan tiga merek besar hampir memonopoli panggung, sementara merek lain tetap hadir untuk menjaga keragaman pemasok di ajang terbesar sepak bola dunia itu.





