
Troy Deeney menilai ledakan komentar Enzo Fernández dan Marc Cucurella tidak lepas dari situasi internal Chelsea yang makin panas. Menurut mantan striker itu, reaksi keduanya kemungkinan dipicu oleh kontrak baru Reece James yang membuat dinamika ruang ganti ikut berubah.
Deeney menulis pandangannya di kolom pribadinya untuk The Sun, setelah Enzo dan Cucurella sama-sama melontarkan kritik saat jeda internasional. Ia menyebut tindakan keduanya sebagai bentuk keluhan yang muncul ketika kontrol klub tidak langsung terlihat dan tekanan akuntabilitas terasa lebih rendah.
Kritik Deeney terhadap sikap Enzo dan Cucurella
Deeney menilai kedua pemain itu berbicara seolah mewakili isi hati sebagian pendukung Chelsea. Namun, ia menegaskan bahwa cara mereka menyampaikan pandangan justru memperlihatkan sikap yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Deeney, Enzo dan Cucurella tidak menyuarakan kritik mereka secara langsung di hadapan internal klub. Ia menyebut keduanya lebih memilih berbicara saat berada bersama tim nasional, ketika sorotan dan konsekuensinya tidak sebesar di level klub.
- Mereka mengeluh soal keputusan klub.
- Mereka mempertanyakan arah pengelolaan tim.
- Mereka dinilai tidak menghadapi situasi itu secara langsung di Chelsea.
Deeney juga menolak gagasan bahwa pemain perlu dilibatkan dalam keputusan pemecatan pelatih. Ia menekankan bahwa justru para pemainlah yang harus bertanggung jawab atas hasil buruk tim dalam beberapa laga sebelumnya.
Peran Reece James dalam memicu reaksi
Deeney kemudian mengaitkan meledaknya komentar Enzo dan Cucurella dengan kontrak baru Reece James. Ia menyebut James sebagai pemain terbaik Chelsea ketika dalam kondisi bugar, tetapi riwayat cedera membuat kehadirannya di lapangan jauh lebih sedikit dibanding dua pemain lain itu.
Bek dan kapten Chelsea tersebut baru saja meneken kontrak jangka panjang selama enam musim. Tak lama setelah itu, James kembali mengalami cedera hamstring, yang menurut Deeney turut memengaruhi perhitungan para pemain lain soal masa depan mereka.
Deeney menilai situasi itu sangat relevan bagi Enzo dan Cucurella. Keduanya, menurut dia, lebih memikirkan posisi kontrak dan nilai pribadi mereka di dalam skuad ketimbang loyalitas pada pujian untuk satu rekan setim yang jarang tampil.
Konteks internal Chelsea yang terus bergejolak
Chelsea saat ini digambarkan Deeney sebagai klub yang penuh ketegangan. Ia menyoroti banyaknya aktor pengambil keputusan di struktur klub, tetapi minimnya otoritas yang benar-benar bisa menahan perilaku pemain saat masalah muncul.
Deeney juga menyinggung penurunan performa tim setelah sempat meraih dua trofi kecil musim lalu. Ia menilai euforia itu sempat menutupi kelemahan skuad, sebelum tekanan meningkat dan memperlihatkan rapuhnya mental para pemain inti.
Berikut poin utama yang ditekankan Deeney soal situasi Chelsea:
| Isu | Sorotan Deeney |
|---|---|
| Sikap pemain | Enzo dan Cucurella dinilai terlalu cepat mengeluh |
| Kontrak James | Jadi pemicu dari panasnya dinamika internal |
| Struktur klub | Terlalu banyak pengambil keputusan, tapi minim kendali |
| Mental tim | Mudah goyah saat tekanan meningkat |
Deeney juga menyebut bahwa sikap ingin membenarkan diri dengan dalih “kami sudah bilang dari awal” tidak dapat dibenarkan. Baginya, hasil buruk Chelsea tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada keputusan klub semata, karena para pemain juga ikut membawa tim ke situasi sulit.
Langkah disiplin yang dinilai perlu
Dalam kolomnya, Deeney menyinggung keputusannya saat masih bermain, ketika ia akan menegur keras rekan setim yang dianggap melewati batas. Ia memakai pengalaman itu untuk menegaskan bahwa ruang ganti butuh kontrol yang lebih tegas, bukan sekadar komentar terbuka di luar klub.
Ia juga menyoroti langkah manajer Rosenior yang mencoret Enzo dari skuad jelang laga Piala FA melawan Port Vale dan pertandingan Premier League menghadapi Man City. Menurut Deeney, tindakan itu bisa menjadi sinyal awal bahwa akuntabilitas masih mungkin ditegakkan.
Meski begitu, Deeney menilai masalah Chelsea sudah terlalu lama dibiarkan tumbuh. Ia melihat internal klub terus menghasilkan kegaduhan tanpa cukup banyak tindakan yang benar-benar menenangkan situasi.





