
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, membuka penjelasan terkait momen ketegangan dengan Erling Haaland usai kemenangan 3-2 atas Leeds di Liga Inggris. Haaland tampak terlibat dalam percakapan serius dengan Guardiola setelah pertandingan yang diwarnai performa kurang menonjol dari sang striker Norwegia.
Haaland mencatat sentuhan bola paling sedikit di antara pemain yang bermain penuh 90 menit, yakni hanya 25 sentuhan. Guardiola mengakui bahwa Haaland membutuhkan lebih banyak istirahat karena beban fisiknya yang besar sebagai pemain dengan postur tubuh yang kuat.
Pelatih asal Spanyol itu mengatakan kepada BBC Sport, Haaland diperkirakan akan mencetak gol ke-100 pada pertandingan berikutnya. Guardiola menekankan pentingnya manajemen menit bermain untuk menjaga kondisi sang striker agar tetap segar di lapangan.
Menurut Guardiola, istirahat bukan hanya penting untuk kaki, melainkan juga untuk kondisi mental Haaland. Dia membandingkan kebutuhan istirahat Haaland dengan pemain lain seperti Phil Foden dan Jeremy Doku yang secara fisik lebih mudah pulih.
Guardiola menegaskan bahwa tubuh Haaland membutuhkan perhatian khusus agar performanya maksimal. Manajer tersebut menegaskan bahwa tim sangat bergantung pada kehadiran Haaland di lini depan untuk mencapai target musim ini.
Percakapan tegang yang terekam di lapangan menunjukkan betapa serius Guardiola dalam mengelola kondisi pemainnya. Meskipun ada momen ketegangan, hal tersebut dianggap sebagai bagian dari upaya menjaga performa terbaik Haaland.
Manajer Manchester City optimistis performa Haaland akan membaik seiring pemulihan dan manajemen jam terbang di lapangan. Hal ini juga menjadi tanda bahwa Guardiola sangat memperhatikan keseimbangan antara performa dan kebugaran pemain kunci mereka.
Pentingnya menjaga kondisi fisik Haaland di tengah jadwal padat Liga Inggris menjadi perhatian khusus manajemen. Guardiola pun berkomitmen memberikan dukungan penuh agar Haaland tetap menjadi sosok produktif bagi tim dalam beberapa laga mendatang.





