Phil Foden Jadi Bintang Manchester City yang ‘Spesial’
Phil Foden kembali menunjukkan performa gemilang saat Manchester City menang 3-2 atas Leeds. Dengan Erling Haaland yang belum mencetak gol dalam tiga pertandingan, Foden mengambil alih peran sebagai penentu kemenangan timnya.
Pep Guardiola menyebut Foden sebagai pemain “spesial” karena kemampuannya membawa City bangkit setelah dua kekalahan beruntun. Foden kini menjadi sosok pemimpin di skuad baru City dan andalan saat Haaland mengalami masa sulit.
Foden mengaku sangat lapar untuk membuktikan kemampuan dirinya sendiri. “Saya hanya ingin bermain dan menunjukkan bahwa saya masih bisa mencetak gol,” ujarnya kepada Sky Sports. Kemenangan ini menggerus jarak poin City dengan Arsenal menjadi empat poin.
Tino Livramento Jadi Pemain Kreatif Newcastle
Tino Livramento tampil lebih dari sekadar bek kanan saat Newcastle menghajar Everton 4-1. Pemain ini tampil bak Trent Alexander-Arnold versi Tyneside yang kreatif dan dinamis.
Livramento sering bergerak ke posisi cerdas di sayap kanan hingga memengaruhi formasi Newcastle, dari peran No 8 hingga sebagai pengatur tempo permainan. Ia menjadi pemain yang paling banyak menyelesaikan operan di area akhir dengan 18 umpan.
Eddie Howe tampaknya sengaja mengandalkan Livramento untuk mengendalikan ritme permainan. Taktik ini sukses mengubah peruntungan Newcastle saat bertanding di kandang lawan.
Sunderland Tunjukkan Kekuatan Kedalaman Skuad
Sunderland terangkat ke posisi keempat setelah kemenangan 3-2 atas Bournemouth. Regis Le Bris berhasil meracik perpaduan pemain yang efektif, sehingga tim ini belum terkalahkan di kandang musim ini.
Brian Brobbey, salah satu pemain pengganti yang masuk dari bangku cadangan, mencetak gol penentu kemenangan kurang dari 10 menit setelah masuk. Granit Xhaka juga menonjol dengan empat assist, tertinggi di Liga Premier saat ini.
Le Bris menilai Xhaka sangat penting karena memberikan pengetahuan permainan serta keberanian mengambil risiko. Kedalaman skuad Sunderland akan diuji pada rangkaian laga menghadapi Liverpool, Man City, dan Newcastle.
Dominic Calvert-Lewin Bersinar di Leeds
Meski Leeds kalah, Dominic Calvert-Lewin menunjukkan performa impresif saat masuk menggantikan Dan James. Penyerang berusia 28 tahun ini mencetak gol dan memenangkan penalti, memaksa pertahanan City bekerja keras.
Calvert-Lewin mampu memberikan pilihan penyerangan berbeda bagi Leeds. Jika ia dapat menjaga kebugaran dan konsistensi, Leeds mungkin bisa menghindari degradasi dengan kontribusi besar darinya.
Thiago dan Keajaiban di Brentford
Igor Thiago mencetak dua gol penting dalam kemenangan Brentford di Gtech Community Stadium. Gol penalti yang dikonversinya adalah yang kelima dalam liga untuk Brentford.
Thiago kini sudah mengoleksi 11 gol, tercepat bagi pemain Brentford yang mencapai angka dua digit dalam Liga Premier. Dengan sisa pertandingan banyak, Thiago berpotensi menjadi kandidat Golden Boot musim ini.
Bournemouth Terus Terpuruk
Bournemouth menghadapi masa sulit setelah melewati November tanpa kemenangan. Meski unggul 2-0 melawan Sunderland awal pertandingan, mereka akhirnya kalah 3-2.
Pelatih Andoni Iraola menyesalkan ketidaksabaran tim saat mencoba mengunci laga terlalu cepat. Kekhawatiran bertambah karena Bournemouth kini sering kebobolan dalam empat pertandingan terakhir, yang mengancam posisi mereka di klasemen.
Artikel ini menggambarkan dinamika terbaru Liga Premier, menyoroti kehebatan individu dan strategi tim yang menentukan hasil pertandingan. Phil Foden dan Tino Livramento tampil sebagai kunci kemenangan Manchester City dan Newcastle, sementara fakta kekuatan skuad Sunderland dan performa pemain kunci lain juga memberi gambaran lengkap kondisi kompetisi.
