
Pedro Porro bereaksi keras terhadap perilaku sebagian suporter Tottenham Hotspur saat timnya kalah 1-2 dari Fulham dalam laga Liga Primer Inggris di Tottenham Hotspur Stadium. Kekalahan ini makin terasa berat karena gol cepat Fulham dalam enam menit pertama memicu kerusuhan di tribun penonton.
Booing atau ejekan mulai terdengar setelah kesalahan kiper Guglielmo Vicario yang berujung gol kedua Fulham. Suara ejekan terus berlanjut sepanjang pertandingan sampai wasit meniup peluit akhir laga.
Porro, yang berusia 26 tahun, tampak sangat marah dan langsung berjalan menuruni lorong stadion saat laga usai. Ejekan dari suporter tuan rumah makin nyaring saat ia meninggalkan lapangan.
Lewat unggahan di Instagram, Porro tidak tinggal diam dan menyampaikan keberatannya terhadap perlakuan tersebut. Ia menegaskan bahwa dalam sepak bola dan kehidupan, kesalahan bisa terjadi, tetapi ketidakhormatan dari suporter terhadap rekan satu tim tidak bisa ditoleransi.
Dalam pernyataannya, Porro menulis, “Sepak bola adalah emosi. Dalam sepak bola, seperti halnya dalam hidup, selalu ada kemungkinan melakukan kesalahan, tapi saya tidak akan mentolerir ketidakhormatan dari fans kepada teman-teman setim saya.” Ia juga menyampaikan rasa cintanya kepada penggemar sejati Tottenham.
Porro mengingatkan bahwa enam bulan lalu keadaan tim sedang sulit, dan yang penting bukan bagaimana awalnya, melainkan bagaimana akhirnya. Sikapnya yang tegas ini diharapkan dapat menyadarkan suporter agar lebih mendukung dan menghargai pemain, meskipun situasi sedang berat.
Fakta penting terkait insiden:
- Fulham mencetak dua gol dalam waktu enam menit awal pertandingan.
- Kesalahan kiper Vicario menjadi pemicu ejekan suporter tuan rumah.
- Porro bereaksi dengan marah dan langsung meninggalkan lapangan setelah pertandingan.
- Pernyataan Porro di media sosial menyoroti ketidakhormatan suporter terhadap tim.
- Porro tetap menyatakan dukungan dan cinta kepada fans sejati Tottenham Hotspur.
Kejadian ini mencerminkan ketegangan yang sering muncul antara pemain dan suporter dalam situasi sulit. Sikap profesional dan penyampaian pendapat Porro menunjukkan pentingnya menjaga rasa hormat dalam olahraga demi menjaga kebersamaan tim dan fanbase.





