
Mantan Bintang Premier League Divonis Penjara atas Kasus Kecurangan Ujian dan Pemalsuan Dokumen Akademik
Mantan winger Stoke City dan Huddersfield, yang pernah dijuluki "Messi Mesir" semasa karier mudanya, kini membela Pyramids FC. Pemain ini sukses meraih gelar CAF Champions League bersama klubnya pada musim lalu.
Namun, kabar mengejutkan datang saat pemain tersebut dijatuhi hukuman penjara satu tahun dengan kerja paksa akibat keterlibatannya dalam kasus kecurangan ujian. Selain dirinya, tiga orang lainnya juga menjadi terdakwa dalam kasus ini.
Kasus ini terungkap melalui laporan Daily Mail dan The Sun yang menyebutkan vonis terhadap sang mantan pemain. Sebelumnya pada November, ia juga menerima larangan bermain selama empat tahun dari Court of Arbitration for Sport karena pelanggaran anti-doping.
Menurut laporan Daily Mail, terdakwa kedua juga dijatuhi hukuman satu tahun kerja paksa. Sementara terdakwa ketiga dibebaskan dan terdakwa keempat yang buron divonis sepuluh tahun penjara secara in absentia.
Pengacara mantan bintang ini belum memberikan komentar atas putusan pengadilan. Saat pertama kali tuduhan muncul, pemain tersebut membantah keras dan menyatakan kepada media Mesir tidak mengenal surat atau catatan yang disebutkan.
Ia menegaskan belum pernah melihat dokumen tersebut dan menyatakan masih berstatus mahasiswa tingkat tiga. Kasus ini menambah deretan kontroversi yang membelit perjalanan karier mantan pemain Premier League tersebut.





