Guardiola Ungkap Kekhawatiran soal Kelemahan dan Kerentanan Man City Saat Ini

Man City Dinilai “Sedikit Rapuh” oleh Guardiola Usai Kekalahan Terhadap Bodo/Glimt

Man City gagal mengamankan posisi di delapan besar fase grup Liga Champions setelah mengalami kekalahan mengejutkan saat bertandang ke Norwegia. Kekalahan ini terjadi meski tim asuhan Pep Guardiola datang dengan harapan besar untuk mengukuhkan posisi mereka dalam kompetisi tersebut.

Dalam pertandingan tersebut, striker Kasper Waarts Hogh membawa Bodo/Glimt unggul 2-0 berkat dua gol cepat dalam waktu dua menit. Kemudian, Jens Petter Hauge menambah gol ketiga bagi tuan rumah jelang menit ke-60. Meski Rayan Cherki berhasil memperkecil ketertinggalan, peluang Man City semakin menipis setelah Rodri mendapat kartu merah langsung.

Guardiola mengakui kondisi timnya saat ini “sedikit rapuh”. Ia menyatakan, "Of course we lost and everything since the new year is against (us) in many many things." Ungkapnya secara terbuka usai pertandingan.

Pelatih asal Spanyol ini juga menekankan kualitas lawan yang tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, Bodo/Glimt adalah tim tangguh yang berhasil mencapai semifinal Liga Europa musim lalu. “I know how good a team they (Bodo) are, don’t underestimate them, semi-final last season in the Europa League."

Guardiola menyebut permasalahan Man City tak hanya sebatas kehilangan pemain penting, tapi juga kondisi mental. Ia menilai mereka tampil rapuh di beberapa aspek dan mengingat periode sulit yang sama pada musim lalu. “They are fresh in their minds and we arrived in some departments without important players and they are a little bit fragile like they were last season in a certain period."

Meski demikian, ia memuji semangat juang para pemain yang bermain dengan sepuluh orang. Guardiola menilai banyak pemain yang menunjukkan peningkatan dalam menghadapi situasi sulit tersebut. “How they fought, 10 against 11, a lot of players made a step up," tambahnya.

Berbagai faktor termasuk absennya pemain kunci dan kartu merah Rodri membuat Man City kesulitan untuk melakukan comeback. Kekalahan ini menjadi peringatan bagi Man City agar segera memperbaiki kondisi tim guna melanjutkan perjuangan di kompetisi Eropa.

Manajer tersebut jelas melihat tantangan besar yang harus dihadapi timnya. Kondisi "rapuh" ini perlu segera diatasi agar Man City bisa kembali menunjukkan performa yang dominan dan konsisten di pentas Liga Champions.

Berita Terkait

Back to top button