
Martin Odegaard pernah menjadi pemain kunci bagi Arsenal sejak kedatangannya, namun musim ini performanya menurun drastis. Dalam persaingan gelar, Arsenal mungkin lebih diuntungkan tanpa peran dominan Odegaard yang mulai meredup.
Odegaard sempat tampil gemilang dengan 11 gol dan 11 assist musim lalu. Namun musim ini, gelandang asal Norwegia tersebut baru mencatatkan satu gol dan tiga assist di Liga Primer. Penurunan kontribusi tersebut menjadi tanda tanya besar bagi manajer Mikel Arteta.
Faktor Cedera dan Ritme Bermain
Cedera bahu dan lutut mengganggu kebugaran Odegaard sepanjang musim ini. Durasi bermainnya hanya 1.215 menit, jauh lebih sedikit dibandingkan rekan setim seperti Declan Rice (2.306 menit) dan Bukayo Saka (2.028 menit). Waktu bermain yang terbatas menghambat ritmenya untuk kembali ke performa maksimal.
Meskipun begitu, Odegaard masih mencatat statistik positif seperti 442 operan sukses ke pertahanan lawan, hampir sama dengan Saka. Namun, ia hanya melakukan 14 crossing dengan keberhasilan 5 kali, angka yang lebih rendah daripada pemain lain di tim.
Kurangnya Keterlibatan dalam Duel dan Aksi
Statistik menunjukkan Odegaard hanya mencoba 88 duel satu lawan satu. Ini tertinggal jauh dibandingkan Mikel Merino yang mencapai 306 duel atau bahkan Viktor Gyokeres yang terlibat 168 duel meskipun kurang impresif di Arsenal. Ini menunjukkan Odegaard kurang agresif baik dengan atau tanpa bola.
Di pertandingan terakhir melawan Nottingham Forest, Odegaard memainkan 56 menit tanpa melakukan tembakan, hanya menyelesaikan 18 operan dengan satu umpan kunci, dan tidak ada dribble yang berhasil. Penampilan ini menunjukkan pengaruhnya yang menurun di lini tengah.
Pilihan Mikel Arteta dalam Perebutan Gelar
Arteta kini dihadapkan pada dilema penggunaan Odegaard. Ia harus memutuskan apakah tetap mengandalkan kapten club ini walau performanya di bawah standar atau menurunkannya demi menjaga ritme dan intensitas tim saat memasuki periode krusial musim.
Dengan jadwal padat dan persaingan ketat di Liga Primer dan Liga Champions, manajer Arsenal tidak dapat membiarkan ada pemain yang kurang maksimal. Rasio kontribusi Odegaard saat ini dinilai kurang mendukung target utama klub.
- Odegaard jarang tampil penuh karena cedera berkepanjangan.
- Kurangnya ritme pertandingan membuat penampilannya kurang maksimal.
- Duel fisik dan agresivitas Odegaard menurun dibanding masa lalu.
- Arsenal butuh pemain yang selalu memberi kontribusi signifikan di lapangan.
- Manajer Arteta harus realistis soal pilihan pemain di fase penentu musim.
Akhirnya, meski kapten dan pemain berbakat, data menunjukkan Arsenal lebih efektif ketika Odegaard tidak bermain atau perannya diminimalisir. Ini bukan berarti Odegaard tidak penting, melainkan situasi saat ini menuntut opsi yang lebih siap dan dinamis dari segi performa.
Arsenal sedang mencari keseimbangan terbaik di skuadnya. Mungkin dengan mengistirahatkan Odegaard sementara dan memaksimalkan pemain lain yang sedang tampil bagus, mereka memiliki peluang lebih besar untuk merebut gelar liga dan sukses di kompetisi Eropa. Manajer Arteta tentu harus membuat keputusan taktis yang terbaik demi keberhasilan tim di bulan-bulan penting ke depan.





