
Benjamin Pavard, bek Marseille sekaligus juara dunia, tengah menghadapi masa sulit dalam beberapa pertandingan terakhir. Setelah awal yang menjanjikan pada dua bulan pertama, performanya kini menurun, seperti terlihat dari kekalahan telak 3-0 melawan Liverpool baru-baru ini.
Pelatih Roberto De Zerbi mengkritik Pavard secara terbuka setelah laga tersebut. De Zerbi menilai Pavard kurang memahami ritme pertandingan dan cara Liverpool menekan secara intensif. “Liverpool terus menandai dan menekan Pavard, tetapi kami gagal mengantisipasi hal itu. Pavard seharusnya bisa membantu membangun serangan dari daerah sendiri,” kata De Zerbi.
Peran Komplek Pavard dalam Sistem De Zerbi
Dalam sistem taktis De Zerbi yang hybrid, Pavard dituntut menjalankan dua peran sekaligus. Ia harus bergeser antara bek tengah kanan saat bertahan dan bek sayap kanan saat menyerang. Selain itu, dia harus aktif maju membantu serangan meski peran tersebut menambah beban fisik dan taktikal.
De Zerbi juga menambahkan bahwa seharusnya Pavard bisa lebih dilibatkan dalam serangan untuk menambah variasi. Namun, organisasi tim yang buruk di babak pertama membuat Pavard gagal tampil optimal.
Penampilan yang Inkonsisten dan Dampak pada Status Pemain
Meski tetap menunjukkan kilasan kualitas di beberapa laga seperti melawan Nice dan Newcastle, performa Pavard secara keseluruhan tidak stabil. Ia bahkan sempat dicadangkan dalam pertandingan melawan Union Saint-Gilloise, menunjukkan penurunan kepercayaan dari pelatih.
Kondisi fisik dan kelelahan juga menjadi faktor, karena dia mulai lebih sering menjadi starter sejak Januari. Namun, Pavard masih diharapkan tampil membela Marseille dalam laga penting melawan Lens di kandang.
Pengaruh Terhadap Karier Internasional
Keputusan Pavard untuk beralih posisi sebagai bek tengah di tim nasional Prancis justru membuat persaingannya semakin ketat. Nama-nama seperti Dayot Upamecano, William Saliba, dan Lucas Hernández kini lebih diunggulkan di posisinya. Sementara Jules Koundé, Malo Gusto, dan Warren Zaïre-Emeri mendominasi posisi bek kanan.
Pavard yang semula menyukai posisi bek tengah kini lebih terbuka bermain sebagai bek kanan, sesuai perannya di Marseille. Namun, penampilannya di laga melawan Liverpool mendapat sorotan dari staf pelatih nasional, yang hadir untuk memantau pemain lain. Pavard terakhir kali bermain untuk Prancis sebagai pengganti dalam kemenangan 3-1 atas Italia pada November lalu.
Situasi Kontrak dan Harapan Masa Depan
Pavard saat ini berstatus pinjaman dari Inter Milan dengan opsi pembelian sekitar 15 juta euro. Namun, kedua klub belum membuat keputusan soal pembelian permanen karena performa Pavard yang menurun.
Marseille dikenal tidak terlalu sabar menunggu pemain yang gagal memenuhi ekspektasi. Oleh karena itu, pekan-pekan mendatang sangat krusial bagi Pavard untuk bangkit dan membuktikan kemampuannya agar tetap mendapatkan posisi utama di tim serta kesempatan memperbaiki karier internasionalnya.





