
Ange Postecoglou kembali terjun ke dunia sepak bola dengan peran baru sebagai Technical Observer untuk UEFA. Jabatan ini menjadi tugas pertamanya setelah beberapa waktu menganggur, usai berpisah dengan Nottingham Forest dan Tottenham Hotspur.
Dalam kapasitas barunya, Postecoglou bertugas mengamati dan melaporkan perkembangan taktik serta gaya bermain di Liga Champions UEFA. Pengumuman resmi penunjukannya disampaikan pada Kamis lalu oleh UEFA.
Postecoglou dikenal sebagai pelatih yang membawa gaya permainan menyerang. Ia meraih prestasi gemilang bersama Celtic dengan meraih double domestik dan treble domestik dalam dua musim. Kemudian, ia menukangi Tottenham dan berhasil membawa klub meraih gelar Liga Europa UEFA.
Sebagai Observator Teknis, Postecoglou mengirimkan laporan mendalam tentang pertandingan berdasarkan analisis taktik dan perkembangan strategi terkini. Ia baru saja mengamati langsung pertandingan Inter Milan versus Arsenal di Italia, yang berakhir dengan kemenangan 3-1 bagi Arsenal.
Laporan analisanya mengenai penampilan striker Arsenal, Gabriel Jesus, menjadi sorotan. Postecoglou menilai dua gol Jesus di babak pertama sebagai bukti insting tajam seorang pencetak gol. “Kewaspadaannya di kotak penalti memberikan keunggulan bagi Arsenal dan menjadi pelengkap kemampuan mereka menciptakan peluang dari berbagai sisi,” ujarnya.
Dua gol tersebut menurut Postecoglou lahir dari naluri alami sang pemain. Gol pertama datang dari tembakan yang meleset namun dimanfaatkan Jesus, sedangkan gol kedua dihasilkan dari rebound tembakan yang membentur mistar gawang. “Ini menunjukkan bagaimana Jesus mampu mengantisipasi peluang ketika pemain lain masih mengamati situasi,” tambahnya.
Postecoglou diperkirakan akan terus memberikan analisis teknis untuk UEFA pada pertandingan Liga Champions selanjutnya. Namun, pertandingan yang akan ia amati berikutnya belum diumumkan oleh UEFA.
Tugas barunya ini sekaligus menjadi jalan bagi Postecoglou untuk kembali mengukuhkan reputasinya di panggung sepak bola internasional. Pengalaman dan pengetahuan mendalam tentang sepak bola modern diharapkan dapat memperkaya laporan teknis UEFA.





